Mohon tunggu...
Sevira Putri Adelya
Sevira Putri Adelya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi S1 Sastra Indonesia

Hanya seorang perempuan penikmat lukisan-Nya kala petang menjelang.

Selanjutnya

Tutup

Film

Review dan Belajar Bahasa Daerah Melalui Film Hati Suhita

7 Juni 2023   09:45 Diperbarui: 7 Juni 2023   09:49 2475
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 2 Gambar Pemeran Utama berada di Latar Tempat Candi Bajang Ratu, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah

MAGETAN,(06/06/2023) - Starvision, rumah produksi film di tanah air yang tak asing lagi bagi kita telah melahirkan film terbarunya berjudul Hati Suhita.

Film Hati Suhita diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, yakni Hati Suhita karya Khilma Anis. Pelayarputihan film yang berangkat dari tulisan best seller Khilma Anis tersebut berhasil menarik perhatian dan antusiasme penonton Indonesia. 

Mulai dari muda mudi hingga pasutri maupun beberapa orang dengan berbagai profesi. Film Hati Suhita disutradarai oleh Archie Hakegery dan produser bernama Chand Parwez. Film tersebut dibintangi oleh aktor dan aktris kenamaan di Indonesia. Mulai dari Omar Daniel, Nadya Arina, Anggika Bolsterli, Desy Ratnasari, Slamet Rahardjo, Wafda Saifan, Tanta Ginting, dan beberapa pemeran lainnya.

Sebagai penonton sekaligus menyandang status mahasiswi Universitas Negeri Surabaya yang lahir dan tumbuh besar di Mojokerto, Ilmiyatul Khamdiyah bangga dan terharu telah menonton film Hati Suhita. Perempuan yang duduk di bangku perkuliahan dengan program studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah tersebut telah menonton film Hati Suhita tepat pada hari pertama penayangan, 25 Mei 2023. 

Sebelumnya, ia tidak berniat menonton film tersebut tetapi teman perempuannya mengajak menonton film yang sedang naik daun itu. Menurutnya, film Hati Suhita menyuguhkan cerita romansa antara dua insan layaknya cerita-cerita di sinetron. Meskipun begitu, ia mengaku belum membaca novel yang diadaptasi menjadi film dengan judul sama tersebut sehingga tak dapat dipungkiri bahwa ia kurang mampu membandingkan dan menganalisis secara optimal.

Terlepas dari reviu singkatnya tersebut, Ilmiyatul merasa sangat bangga dengan tempat kelahirannya yang dijadikan sebagai salah satu latar tempat syuting film Hati Suhita. 

Tempat kelahirannya yang dipenuhi dengan bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit berada di Kabupaten Mojokerto. Tepatnya, latar tempat syuting film Hati Suhita berada di Kecamatan Trowulan. 

Latar tempat tersebut meliputi Candi Bajang Ratu, Kolam Segaran, hingga warung penyetan sambal wader yang terkenal di sana. Proses syuting di latar tempat tersebut menampilkan adegan yang diperankan oleh pemeran utama, yakni Omar Daniel berperan sebagai Gus Birru dan Nadya Arina berperan sebagai Alina Suhita.

Tak hanya itu, Ilmiyatul juga merasa bangga karena ternyata ada film layar lebar yang dengan gamblang menggunakan bahasa daerah Jawa pada beberapa percakapan dialog antar pemeran. Ia menyatakan,

"Lek banggane aku luwih senenge ilmu Jawa ya diangkat. Film e juga menggunakan basa Jawa."

Meskipun terdapat beberapa penggunaan kalimat yang masih salah, tetapi ia merasa senang karena mengangkat ilmu kebahasaan daerah Jawa dalam film tersebut. Ketidaktepatan penggunaan kalimat berupa kalimat terima kasih yang disampaikan dalam bahasa daerah Jawa oleh salah seorang pemeran. Ia menuturkan,

"Kan harus e matur nuwun. Tapi panggah matur suwun. Iku sebener sudah kesalahan umum. Tapi kalo kita arek jurusan wis dikandani lek matur suwun itu salah."

Berdasarkan kesalahan yang umum dilakukan tersebut, ia menjelaskan bahwa ketika belajar bahasa daerah Jawa di kursi pendidikannya, dosennya pernah memberitahukan terkait kesalahan tersebut. Ia juga sempat menjelaskan dengan cukup rinci sebagai berikut.

"Matur suwun artin kan mengucapkan meminta, sedangkan lek matur nuwun iku mengucapkan terima kasih. Nuwun iku artine terima kasih."

Ia juga menjelaskan definisi kata 'nuwun' dalam bahasa daerah Jawa yang tercantum pada Kamus Pepak Basa Jawa oleh Badan Pekerja Kongres Bahasa Jawa dengan editor bernama Sudaryanto dan Pranowo memiliki dua definisi. Definisi pertama berupa verba 'njaluk' dan kata tugas 1) 'mratlakak pakurmatan; 2) pangucap minangka atur sakwis diwenehi, ditulungi. Kemudian, ia menjelaskan lebih rinci lagi kurang lebih seperti ini.

"Dadi lek matur nuwun itu lebih tepak dikarenakan artinya itu memberi penghormatan, perkataan yang diucapkan setelah diberi sesuatu atau  pertolongan gitu."

Berdasarkan rincian penjelasannya tersebut, maka kita dapat belajar bahasa daerah Jawa lebih baik lagi baik dari segi pelafalan maupun ketepatan penggunaan kalimatnya. 

Dari film Hati Suhita, kita tak hanya mendapatkan suguhan sinematik yang indah, alur cerita romansa dengan segala gejolak permasalahan, maupun latar tempat dengan berbagai bangunan bersejarah, tetapi juga belajar bahasa daerah Jawa. 

Bagaimana bisa begitu? Ya, karena dalam film tersebut kita mampu mendengarkan dan mendapatkan cukup banyak kosakata bahasa daerah Jawa yang ternyata masih terdapat kesalahan penggunaan kalimatnya. Sungguh sangat menarik, bukan? Kita mampu mendapatkan dua bahkan lebih pengalaman dan tak sekadar hiburan tontonan dari film yang digarap oleh Archie Hakegery tersebut.

Gambar 2 Gambar Pemeran Utama berada di Latar Tempat Candi Bajang Ratu, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah
Gambar 2 Gambar Pemeran Utama berada di Latar Tempat Candi Bajang Ratu, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah

Gambar 3 Gambar Pemeran Utama berada di Warung Penyetan Sambal Wader Trowulan, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah
Gambar 3 Gambar Pemeran Utama berada di Warung Penyetan Sambal Wader Trowulan, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun