Mohon tunggu...
Sevira Putri Adelya
Sevira Putri Adelya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi S1 Sastra Indonesia

Hanya seorang perempuan penikmat lukisan-Nya kala petang menjelang.

Selanjutnya

Tutup

Film

Review dan Belajar Bahasa Daerah Melalui Film Hati Suhita

7 Juni 2023   09:45 Diperbarui: 7 Juni 2023   09:49 2475
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 3 Gambar Pemeran Utama berada di Warung Penyetan Sambal Wader Trowulan, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah

"Kan harus e matur nuwun. Tapi panggah matur suwun. Iku sebener sudah kesalahan umum. Tapi kalo kita arek jurusan wis dikandani lek matur suwun itu salah."

Berdasarkan kesalahan yang umum dilakukan tersebut, ia menjelaskan bahwa ketika belajar bahasa daerah Jawa di kursi pendidikannya, dosennya pernah memberitahukan terkait kesalahan tersebut. Ia juga sempat menjelaskan dengan cukup rinci sebagai berikut.

"Matur suwun artin kan mengucapkan meminta, sedangkan lek matur nuwun iku mengucapkan terima kasih. Nuwun iku artine terima kasih."

Ia juga menjelaskan definisi kata 'nuwun' dalam bahasa daerah Jawa yang tercantum pada Kamus Pepak Basa Jawa oleh Badan Pekerja Kongres Bahasa Jawa dengan editor bernama Sudaryanto dan Pranowo memiliki dua definisi. Definisi pertama berupa verba 'njaluk' dan kata tugas 1) 'mratlakak pakurmatan; 2) pangucap minangka atur sakwis diwenehi, ditulungi. Kemudian, ia menjelaskan lebih rinci lagi kurang lebih seperti ini.

"Dadi lek matur nuwun itu lebih tepak dikarenakan artinya itu memberi penghormatan, perkataan yang diucapkan setelah diberi sesuatu atau  pertolongan gitu."

Berdasarkan rincian penjelasannya tersebut, maka kita dapat belajar bahasa daerah Jawa lebih baik lagi baik dari segi pelafalan maupun ketepatan penggunaan kalimatnya. 

Dari film Hati Suhita, kita tak hanya mendapatkan suguhan sinematik yang indah, alur cerita romansa dengan segala gejolak permasalahan, maupun latar tempat dengan berbagai bangunan bersejarah, tetapi juga belajar bahasa daerah Jawa. 

Bagaimana bisa begitu? Ya, karena dalam film tersebut kita mampu mendengarkan dan mendapatkan cukup banyak kosakata bahasa daerah Jawa yang ternyata masih terdapat kesalahan penggunaan kalimatnya. Sungguh sangat menarik, bukan? Kita mampu mendapatkan dua bahkan lebih pengalaman dan tak sekadar hiburan tontonan dari film yang digarap oleh Archie Hakegery tersebut.

Gambar 1 Poster Film
Gambar 1 Poster Film "Hati Suhita" | Sumber: Akun Instagram @filmhatisuhita 

Gambar 2 Gambar Pemeran Utama berada di Latar Tempat Candi Bajang Ratu, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah
Gambar 2 Gambar Pemeran Utama berada di Latar Tempat Candi Bajang Ratu, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah

Gambar 3 Gambar Pemeran Utama berada di Warung Penyetan Sambal Wader Trowulan, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah
Gambar 3 Gambar Pemeran Utama berada di Warung Penyetan Sambal Wader Trowulan, Mojokerto | Sumber: Dokumentasi Pribadi oleh Ilmiyatul Khamdiyah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun