Era milenial adalah era medsos (media sosial). Hampir dipastikan semua orang memiliki akun media sosial, setidaknya satu akun di sebuah platform medsos. Bahkan bisa lebih. Hayo ngaku! Belum lagi rentetan platform medsos yang terus bermunculan seiring berkembangnya inovasi. Facebook, Twitter, Linkedin, dan Instagram adalah beberapa platform medsos yang sudah akrab di telinga kita. Dengan akun-akun tersebut, kita bisa saling berkomunikasi dengan tetangga, teman, dan kerabat tanpa terkendali ruang dan waktu. Tidak hanya untuk komunikasi individual, namun medsos juga efektif untuk ajang diskusi dengan kelompok atau komunitas.
Nah, pada awal bulan ini, 1 Oktober 2016 tepatnya, Bank Danamon memperkenalkan akun-akun medsos mereka kepada publik. Melalui sebuah acara Nangkring: Mantap Melaju Menjangkau Komunitas Melalui Media Sosial. Acara berlangsung di gedung baru Bank Danamon, di Gedung Menara Bank Danamon Lantai 22, Jalan HR Rasuna Said Blok C No. 10, Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
Hadir pada saat itu Toni Darusman, selaku Chief Marketing Officer Bank Danamon, Gandhy Inderayana selaku Digital & Online Marketing Head Bank Danamon, Iskandar Zulkarnaen selaku Assistant Manager Kompasiana, serta Andreas Aditya S selaku Penggagas Komunitas Nebengers.com. Acara ngobrol santai tersebut dimoderatori oleh News Ancor Kompas TV nan cantik, Liviana Cherlisa.
Berbicara mengenai media sosial, Toni Darusman berpendapat bahwa meskipun Danamon adalah sebuah institusi perbankan, tapi bukan sebuah hambatan untuk ikutan eksis di media sosial. Bank juga harus menyesuaikan dengan cara berinteraksi dengan masyarakat luas di media sosial. Bank yang baru saja merayakan ulang tahun ke-60 ini terus berupaya untuk terus berada di depan. Terus berupaya agar bisa menjadi bank pilihan utama para nasabahnya.
“Untuk itulah kami menggunakan media sosial sebagi pendekatan ke nasabah yaitu masyarakat, melalui mantab melaju bersama komunitas,” ungkap Toni.
Hal senada juga diungkapkan oleh rekannya, Gandhy Inderayana. Gandhy merupakan Digital & Online Marketing Head di Bank Danamon. Pria yang juga berkacamata tersebut mengatakan bahwa, sebagai institusi keuangan, bank sudah saatnya untuk memahami para nasabahnya. Tidak lagi nasabah melulu mengikuti kemauan bank. Itu akan membuat gap antara nasabah dan bank itu sendiri. Jangan ada lagi nasabah yang membuka rekening atas “keterpaksaan” untuk memilikinya, namun atas keinginan nasabah untuk memiliki rekening di bank yang menjadi pilihannya.
“Sekarang saatnya bank mendengar, untuk dapat memahami nasabahnya lebih baik. Komunikasi harus dibuat dua arah sehingga dapat tercapai satu minat dan mantap melaju bersama,” jelas Gandhy.
Akun Twitter pertama adalah @HelloDanamon. Ini adalah layanan customer service 24 jam terkait produk dan layanan Danamon. Nasabah tak perlu lagi datang langsung ke bank untuk bertanya atau konsultasi. Berkomunikasi melalui akun ini cukup efektif waktu dan tenaga.
Kedua adalah @Danamon. Di akun ini terdapat informasi seputar korporasi, edukasi perbankan, kegiatan sosial maupun lowongan kerja. Waah..gimana gak keren nih bank.
Ketiga yaitu akun @myDanamon. Akun ini berisi tentang informasi gaya hidup, kuliner serta kiat-kiat mengelola keuangan pribadi. Akun ini cocok diikuti bagi nasabah perorangan. @myDanamon ada di tiga platform medsos yaitu Twitter, Facebook dan Instagram.
Selanjutnya ada akun @KartuDanamon, untuk nasabah perorangan yang membutuhkan informasi terkini mengenai promo kartu kredit dan kartu debit Danamon.
Akun ke-lima Twitter Bank Danamon adalah @DanamonBiz. Akun ini memberikan informasi cerdas seputar dunia bisnis. Ini cocok untuk nasabah yang mempunyai bisnis usaha, maupun yang baru berniat terjun ke dunia wirausaha. Akun ke-enam atau yang terakhir ada @DanamonDSP, berisi inspirasi dan tips seputar cara memulai dan mengelola usaha mikro. @DanamonDSP ada di dua platform medsos yaitu Twitter dan Facebook.
Dengan beragamnya akun media sosial ini, diharapkan bisa membantu nasabah untuk menemukan apa yang diinginkan dari sebuah bank. Sehingga hubungan yang terjadi adalah hubungan kerjasama yang harmoni antara nasabah dan bank bersangkutan. Bukan hubungan bank sebagai institusi keuangan dengan nasabah yang terpaksa menjadi membernya.
Jakarta, 15 Oktober 2016
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H