c.Mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Pasar tradisional harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi ciri khas dan keunggulan mereka. Misalnya, dengan menjual produk-produk lokal yang unik dan berkarakter, mengadakan acara-acara budaya di pasar, atau menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
E-commerce dan pasar tradisional sebenarnya dapat saling melengkapi dan bersinergi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. E-commerce dapat memberikan manfaat bagi pasar tradisional dalam hal efisiensi, kualitas, dan aksesibilitas. Sedangkan pasar tradisional dapat memberikan nilai tambah bagi e-commerce dalam hal kearifan lokal, kepercayaan, dan pengalaman belanja. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan keseimbangan antara e-commerce dan pasar tradisional.Â
Pemerintah dapat memberikan dukungan berupa regulasi, fasilitas, dan bantuan untuk mengembangkan pasar tradisional yang berdaya saing. Pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas dan kreativitas mereka dalam menghadapi tantangan dan peluang dari e-commerce. Masyarakat dapat memberikan apresiasi dan dukungan kepada pasar tradisional sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas bangsa.
Kesimpulannya e-commerce dan pasar tradisional indonesia memiliki kelebihan masing - masing. E-commerce maupun pasar tradisional dapat memberikan layanan yang baik bagi pelanggan dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat baik secara langsung maupun secara daring. Melalui e-commerce pelanggan dapat membeli barang di rumah dan pelanggan juga dapat membeli barang yang berasal dari dalam negri maupun luar negri. Pasar tradisional menyediakan berbagai barang lokal yang memiliki nilai - nilai budaya dengan ciri khas yang menjadi keunggulan mereka, di pasar tradisional juga dapat menawar harga barang yang dibeli.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H