Pertengahan tahun 2023, kita dikejutkan dengan berita mengenai kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Kanada, yang mana asapnya bahkan menyebabkan seluruh kota New York, AS, dipenuhi asap yang menyebabkan kota menjadi warna kekuningan hingga oranye. Hingga saat ini, kebakaran hutan di Kanada masih menjadi topik utama laman berita, khususnya wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Oleh sebab itu, topik ini akan dibahas untuk memahami lebih dalam mengenai kebakaran hutan, serta dampak yang akan dihadapi dari bencana tersebut.
Definisi hutan, dan Peran Hewan-Hewan Didalamnya
Menurut FAO, hutan didefinisikan sebagai lahan yang luasnya lebih dari 5000m2 dengan pepohonan yang lebih tinggi dari 5 meter dan tutupan kanopinya lebih dari 10%, atau pepohonan yang mampu mencapai ambang batas ini secara in situ. Secara spesifik, lahan yang juga tergolong hutan apabila memiliki pepohonan muda yang akan mencapai tutupan kanopi minimal 10% ketika tumbuh, cagar alam dan kawasan lindung lainnya dengan kepentingan lingkungan, area hutan bakau di zona pasang surut, perkebunan pohon karet, pohon cemara dan sejenisnya, area bambu kecuali area sistem produksi pertanian yang tergolong dalam area perkebunan.
Peneliti dari Universitas Yale, AS, menganalisis kumpulan data jangka panjang dari hutan yang Barro Colorado Nature Monument di Panama, untuk membandingkan proporsi spesies pohon yang disebarkan antara hewan dan metode lain seperti angin atau gravitasi. Tim peneliti tersebut berfokus terhadap proporsi tumbuhan yang disebarkan melalui empat kelompok hewan, diantaranya: kelelawar, burung kecil, burung besar, dan mamalia yang tidak bisa terbang. Peran kelompok hewan tersebut cukup tinggi dalam regenerasi alami hutan, dengan kisaran 80% spesies pohon disebarkan oleh mereka. Bahkan, Estrada-Villegas, salah seorang ekologi yang mempelajari tentang kelelawar dan tanaman, mengatakan bahwa peran hewan sangatlah penting dalam memulihkan hutan dengan cepat.
Penyebab Kebakaran Hutan di Kanada
Tercatat pada tanggal 12 Juni, statistik dari Pusat Kebakaran Hutan Antar Lembaga Kanada, mencatat, sebanyak 2.467 titik api aktif di seluruh negeri. Badan ini memperkirakan bahwa tahun 2023 akan menjadi musim kebakaran hutan terburuk di Kanada hingga saat ini, dengan sekitar 4,7 hektar hutan terbakar sejauh ini. Lembaga pemerintah Kanada, Canadian Drought Monitor, mengatakan bahwa, beberapa minggu menjelang kebakaran di Kanada, tepatnya Nova Scotia, wilayah menjadi sangat kering di seluruh bagian selatan Wilayah Atlantik, disebabkan oleh curah hujan kurang dari 50% dari curah hujan rata-rata bulanan. Badan tersebut juga menjelaskan bahwa suhu lokasi sangat hangat melebihi 30C. oleh sebab itu, wilayah tersebut dijelaskan tengah mengalami kekeringan sedang hingga ekstrem, yang membantu menciptakan kondisi yang ideal untuk kebakaran hutan.
Meskipun begitu, apakah wajar bagi kita mengatakan, bahwa perubahan iklim adalah penyebab utama dari kebakaran hutan yang terjadi di Kanada? Banyak ahli juga menjelaskan, bahwa kebakaran hutan akan mengakibatkan meningkatkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer, yang menjadi pusat kekhawatiran untuk kehidupan yang akan datang.
Kualitas Udara yang Terdampak dari Asap Kebakaran Hutan
Pada awal Juni, tingkat partikel di udara akibat asap menjadi sangat tidak sehat, sehingga banyak kota di Amerika Serikat yang mencetak rekor, namun kota-kota di Kanada juga mengalami kondisi yang jauh lebih buruk. Kondisi udara seperti di Minnesota dan Indiana, hingga beberapa bagian wilayah Mid-Atlantik berbahaya untuk dihirup, menurut AirNow.
Bahkan, jarak pandang menurun yang menyebabkan langit diselimuti kabut berwarna kekuningan hingga oranye, ditambah dengan badai yang berputar di lepas pantai Nova Scotia memaksa asap berhembus ke Amerika Serikat hingga ke wilayah padat penduduk lainnya di sekitar AS. Akibat dari asap kebakaran tersebut, warga diminta untuk mengurangi mobilitas keluar, dan harus mengenakan alat bantu pernapasan, atau mengenakan masker yang dapat mengurangi pengaruh asap terhirup dan mengganggu sistem pernapasan. Kualitas udara per tanggal 24 Juni di wilayah yang terdampak oleh asap kebakaran hutan adalah sebagai berikut:
Kondisi ini sudah jauh lebih baik ketimbang pada tanggal 11 Juni 2023 lalu, dimana indeks kualitas udara di New York bahkan mencapai angka di 103, dan termasuk ke dalam "Tidak sehat untuk kelompok sensitif (Unhealthy for Sensitive Group, USG), yaitu orang-orang lanjut usia, anak kecil, dan orang-orang dengan gangguan pernapasan lainnya.
Gas Emisi di Wilayah Kanada
Menurut Washington Post, kebakaran hutan di Kanada menghasilkan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar ke atmosfer. Tercatat pada tahun 2017, ketika kebakaran hebat juga pernah terjadi, emisi dari kebakaran hutan tersebut hampir menyamai emisi dari seluruh negara dari semua bentuk penggunaan energi, hingga para pejabat berpendapat bahwa, peristiwa kebakaran hutan merupakan gangguan alam yang tidak tergolong dalam kendali manusia. Pada akhirnya, pada tahun yang sama, Kanada mulai memisahkan emisi dari beberapa jenis kebakaran hutan dalam perhitungan gas rumah kaca PBB, meskipun kritikus menyatakan bahwa metode yang disampaikan Kanada memungkinkan negaranya dapat memberikan nilai positif pada emisi yang dihasilkan kepada peninjau PBB.
Efek samping dari bencana ini, membuat Departemen Perlindungan Lingkungan mendorong warga untuk menghemat listrik dengan mengatur AC ke suhu yang lebih tinggi, mengurangi mobilitas dengan kendaraan, dan mengisi bahan bakar mobil dan truk setelah senja. Hal ini dijelaskan, dimana kualitas udara tergolong USG, karena ozon diperkirakan akan terjadi saat matahari dan panas kembali dengan adanya penyebaran asap dan massa udara yang kotor.
Akibat dari Kebakaran Hutan Terhadap Lingkungan
Kebakaran hebat yang melanda Kanada mengakibatkan habitat para spesies menghilang selama berpuluh-puluh tahun, termasuk tanaman, ikan, dan burung. Bahkan, kebakaran ini juga mengancam hewan-hewan yang sedang berkembang biak maupun yang masih kecil, karena kesulitan dan memiliki kemungkinan kecil dalam melarikan diri. Akibatnya, bisa menyebabkan beberapa spesies akan langka hingga punah. Sementara itu, dampak dari asap akan memengaruhi hewan-hewan seperti sakit tenggorokan, mata berair, kelelahan yang menyebabkan mereka kesulitan dalam melarikan diri.
Selain itu, kebakaran juga dapat mengakibatkan erosi tanah dan meningkatkan risiko banjir. Abu dari kebakaran akan menghambat pertumbuhan tanaman dan mengakibatkan kondisi tanah yang tandus.
Maka dari itu, bencana kebakaran hutan merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi oleh manusia. Selain membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan kelestarian hutan, kelestarian hewan liar yang dapat membantu meregenerasi hutan akan semakin berkurang, serta kualitas udara yang akan memengaruhi kesehatan manusia. Oleh sebab itu, kebakaran hutan di Kanada menjadi pelajaran bagi kita semua, yang turut bertanggung jawab dalam melestarikan lingkungan dengan cara tidak menebang pohon secara liar, membatasi penggunaan alat yang menghasilkan emisi rumah kaca, dan lain-lain.
Sumber:
https://unstats.un.org/sdgs/metadata/files/Metadata-15-01-01.pdf
https://environment.yale.edu/news/article/new-study-finds-animals-play-key-role-restoring-forests
https://www.nytimes.com/interactive/2023/us/smoke-maps-canada-fires.html
https://www.washingtonpost.com/climate-environment/2023/06/07/canada-wildfires-weather-air-quality/
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H