Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang ditandai dengan tinggi badan anak kurang dari 2 standar deviasi (SD) dari median tinggi badan anak seumurnya menurut standar WHO. Kekurangan asupan gizi, terutama protein, zat besi, dan vitamin A, dapat menyebabkan stunting.
Stunting adalah masalah serius yang mengancam masa depan negara. Anak stunting lebih rentan terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker, serta lebih rentan terhadap masalah belajar, perilaku buruk, dan pengangguran.
Dampak dari Stunting
Stunting dapat memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. Efek jangka pendek termasuk:
- Risiko kematian, penyakit infeksi, gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan, dan dampak stunting dalam jangka panjang mencakup:
- Risiko penyakit kronis, tidak produktif, dan tidak berkontribusi pada perekonomian
Penyebab Penyebab Stunting
Di Indonesia, penyebab stunting sangat kompleks dan mencakup faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Faktor utama yang menyebabkan stunting adalah kemiskinan dan ketimpangan. Faktor sosial, seperti kurangnya akses ke layanan kesehatan dan pendidikan ibu yang rendah, juga dapat berkontribusi terhadap stunting. Pandangan budaya, seperti keyakinan bahwa anak gemuk adalah tanda kesehatan, juga dapat berkontribusi terhadap stunting.
Strategi untuk Mengurangi Stunting
Meskipun pemerintah telah melakukan banyak hal untuk mengatasi stunting, seperti program pemberian makanan tambahan, peningkatan akses ke layanan kesehatan, dan kampanye edukasi gizi, hasilnya belum tuntas.
Akibatnya, untuk mengatasi stunting, berbagai pihak harus bekerja sama. Untuk meningkatkan akses ke makanan bergizi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mengubah pemikiran masyarakat tentang gizi, pemerintah, masyarakat, dan bisnis harus bekerja sama.
Sinergi dalam Mengatasi Stunting
Untuk mengatasi stunting secara tuntas, semua pihak harus bekerja sama. Pemerintah perlu meningkatkan anggaran untuk program penanggulangan stunting, dan pemerintah juga perlu bekerja sama dengan organisasi swasta dan masyarakat umum untuk mengembangkan program penanggulangan stunting yang efisien dan tepat sasaran.
Masyarakat harus mendukung pemerintah dalam penanggulangan stunting, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi sehat bagi anak, dan mengubah cara mereka berpikir tentang kesehatan dan gizi anak.
Swasta harus berpartisipasi secara aktif dalam memerangi stunting. Mereka dapat mendukung program penanggulangan stunting dengan menyediakan makanan bergizi, meningkatkan akses ke layanan kesehatan, dan mengadakan pelatihan gizi.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan bekerja sama secara sinergis, stunting dapat ditekan dan Indonesia dapat memiliki generasi yang sehat dan produktif di masa depan. Generasi yang sehat dan produktif akan menjadi modal utama untuk pembangunan negara.
Berikut ini adalah beberapa saran khusus mengenai cara mengatasi stunting:
- Pemerintah perlu meningkatkan akses ke layanan kesehatan, terutama layanan kesehatan ibu dan anak, terutama di daerah terpencil dan miskin, dengan membangun program pertanian yang berkelanjutan, mendukung industri pangan lokal, dan memberikan subsidi untuk makanan bergizi.
- Pemerintah harus menjalankan program edukasi gizi yang efektif. Kampanye edukasi gizi harus menargetkan semua orang, terutama ibu hamil dan ibu menyusui. Mereka juga harus menekankan betapa pentingnya makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan ASI eksklusif.
Dengan kerja keras dan komitmen dari semua pihak, stunting dapat dikurangi, sehingga generasi berikutnya di Indonesia akan sehat dan produktif.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI