Mohon tunggu...
Selly Mauren
Selly Mauren Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis lepas

Writing is my daily journal. Welcome to my little blog. Hope the articles will inspire all the readers.

Selanjutnya

Tutup

Money

Sistem Pembayaran ASEAN: Sudah Saatnya UMKM Masuk Pasar E-commerce

12 Juni 2023   19:36 Diperbarui: 12 Juni 2023   19:42 247
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://muhammadiyah.or.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG-20211128-WA0001.jpg

Bank Indonesia dan Pemerintah secara sinergi terus berinovasi untuk menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan kondusif bersama dengan negara ASEAN lainnya. Hal ini merupakan cerminan dari agenda KTT G20 yang diadakan di Bali pada tahun lalu yaitu memberlakukan sistem pembayaran ASEAN sebagai Regional Payment Conectivity dalam pengembangan industri ekonomi dan dagang di ASEAN yang kolaboratif dan kompetitif. Langkah Bank Indonesia dan Pemerintah yang bersinergi memajukan laju pertumbuhan ekonomi negara patut diapresiasi dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Khususnya para pelaku UMKM yang berkecimpung dalam industri ecommerce yang memeroleh keuntungan besar dari kebijakan kerjasama antara negara regional ASEAN ini. 

Di era serba digital, masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan bisnis dan membuka lapangan pekerjaan lebih luas. Industri ecommerce secara mengejutkan menjadi bidang yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Sejak tahun 2015, Pemerintah telah memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya pengguna ecommerce di Indonesia dari tahun ke tahun serta berpotensi menjadi penyumbang ekonomi negara terbesar bahkan terwakilkan sebagai negara dengan pertumbuhan ecommerce tercepat di kawasan ASEAN hingga dunia. 

Pada tahun 2022, nilai transaksi ecommerce meningkat 18.8% dari tahun sebelumnya dan menyentuh angka Rp476,3 triliun meskipun masih dibawah target bank sentral yaitu Rp 489 triliun. Diharapkan dengan pemberlakuan sistem pembayaran ASEAN dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk memperluas cakupan pasar melalui kegiatan ekspor dan impor di kawasan ASEAN pada khususnya untuk meningkatkan nilai transaksi ecommerce di Indonesia. Dilansir dari Badan Pengkajian Pengembangan Perdagangan, komoditi produk kerajinan tangan dengan sentuhan etnik budaya adalah yang paling menjanjikan untuk didagangkan secara global seperti topi, kalung, tas, aksesoris, kerajinan patung & ornamen, manik-manik, kerajinan hiasan kayu, ukiran, anyaman/kerajinan rotan, dan lain sebaginya.

Melihat peran ecommerce yang menjanjikan diharapkan melalui sistem pembayaran ASEAN sesuai agenda KTT mampu:

  1. Mendorong pengusaha UMKM industri kreatif dalam bidang fashion, makanan minuman olahan, dan industri manufaktur lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing menghasilkan produk barang dan jasa yang bernilai ekonomis, estetik, dan fungsional. 

  2. Mendorong pengusaha UMKM berkecimpung dalam pasar digital ecommerce. 

  3. Mendorong program literasi ekonomi digital di Indonesia khususnya terhadap para pengusaha UMKM. 

  4. Mendorong perusahaan ecommerce yang sukses dalam pasar domestik seperti shopee, tokopedia, lazada, blibli, dan bukalapak menjadi wadah marketplace bagi para pengusaha UMKM terlibat langsung bersama dengan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam pengambilan keputusan regulasi yang memihak pada kesejahteraan UMKM. 

  5. Hadir sebagai sistem pembayaran ritel yang memperluas cakupan pasar UMKM mengglobal. 

Dilansir dari data Badan Pusat Statistik tentang Statistic ecommerce 2022 ditemukan sebanyak 0.88% usaha ecommerce melayani pengiriman ke luar negeri . Data lain yang dilansir dari sumber yang sama menunjukkan rendahnya ekspor impor ecommerce. Oleh karena itulah, pelaku ecommerce perlu memanfaatkan sistem pembayaran ASEAN sebaik mungkin dalam mendagangkan produk/jasanya secara global. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun