Mohon tunggu...
Seliara
Seliara Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Dentist

Bahagia berkarya dan berbagi sebagai wujud rasa syukur

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

7 Hal Menarik tentang Perjodohan

20 Mei 2021   08:33 Diperbarui: 20 Mei 2021   08:55 617
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi cincin pernikahan (sumber gambar oleh marla66 dari Pixabay)

Setiap perempuan tentu mendambakan sosok lelaki yang bisa menjadi pemimpin dalam rumah tangganya kelak. Hal yang sama, setiap lelaki juga pasti mendambakan wanita baik yang akan menjadi istri dan ibu bagi anak-anaknya nanti. Namun, mencari jodoh itu tak semudah yang dibayangkan.

Walau begitu, saat mendengar kata tentang "perjodohan" seringkali yang terbayang adalah  penderitaan dan penolakan. Selain itu ada rasa gengsi dan harga diri, memangnya sudah segitunya tidak 'laku' ya sampai harus dijodohkan? Duuh ...

Tenang dulu, perjodohan tidak selalu buruk. Jodoh adalah salah satu rahasia yang kita tidak tahu kapan dan bagaimana cara datangnya. Yang pasti, jodoh harus diusahakan. Dan ini kan hanya sekedar perjodohan, bukan pemaksaan seperti di jaman Siti Nurbaya.

Cobalah untuk menyikapi dengan kalem dan hati jernih, mungkin saja dia memang jodoh terbaik yang ditakdirkan datang. Simak dulu mengapa perjodohan layak dipertimbangakan. Apalagi yang menjodohkan orang tua, pasti akan lebih mengutamakan kebahagiaan anaknya. 

Jaman sudah berubah, tapi kasih sayang orang tua pada anaknya tak pernah berubah. Jika pada pertemuan pertama dan selanjutnya -misal- kurang sreg di hati, toh masih bisa menjaga hubungan sebatas pertemanan kan?

Nah kalau ternyata sreg dan nyaman? Silakan dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

Berdasarkan cerita beberapa teman yang menikah hasil dari perjodohan orang tua, berikut ini 7 hal menarik yang saya amati dari cerita mereka. Yuk, kita simak bersama.

1. Restu dari orang tua kedua pihak

Ilustrasi restu dari orang tua (sumber hipwee.com)
Ilustrasi restu dari orang tua (sumber hipwee.com)
Biasanya kalau kedua orang tua sudah sepakat menjodohkan, restu dari kedua belah pihak akan otomatis didapat.

Kedua keluarga sudah saling mengenal, tak ada keraguan dan saling percaya.

2. Prosesnya yang unik

Ilustrasi pertemuan saat perjodohan (sumber mancode.id)
Ilustrasi pertemuan saat perjodohan (sumber mancode.id)
Ada cerita yang unik dan menarik saat pertemuan pertama. Biasanya orang tua akan antusias mengatur acara supaya anak-anaknya bisa bertemu dan saling mengenal. Misalnya mengajak mereka makan bersama. 

Biasanya orang tua yang antusias dan anak-anaknya biasa saja, bisa jadi karena masih sama-sama menjaga gengsi. Tak apa-apa, namanya juga pertemuan pertama dan masih saling menimbang.

Bila nanti berlanjut ke pelaminan, kisah pertemuan pertama ini akan menjadi hal lucu untuk diceritakan ke anak cucu.

3. Mendapatkan pasangan hidup yang setara

Ilustrasi pasangan yang setara (sumber weddingmarket.com)
Ilustrasi pasangan yang setara (sumber weddingmarket.com)
Saat mencarikan jodoh, orangtua pasti sudah mempertimbangan tentang kesetaraan, atau istilah lainnya sekufu. Kesetaraan ini -walau bukan segalanya- cukup memegang peran penting dalam membina keluarga. Terutama setara dalam visi dan misi membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Karena orangtua sudah mengenal karakter anaknya, maka mereka akan mencarikan calon pasangan yang setara dengan kriteria yang disukai anak-anaknya. Misal penampilan, pekerjaan, hobi, pendidikan dan lain-lain. Banyaknya kesamaan dianggap mempercepat perjodohan. Tapi adakalanya beberapa perbedaan justru akan saling melengkapi kebahagiaan. Orangtua juga memiliki insting lebih kuat terkait kebahagiaan anaknya.

4. Disayang mertua

Ilustrasi disayang mertua (sumber thinkstock via wolipop.detik.com)
Ilustrasi disayang mertua (sumber thinkstock via wolipop.detik.com)
Tentu setelah menikah, semua menantu ingin disayang mertua. Nah dengan perjodohan ini, salah satu keuntungannya adalah otomatis dalam hati mertua sudah ada harapan dan rasa sayang.

Apalagi -misal- sang menantu adalah anak dari sahabat baiknya di masa kecil atau kerabat jauh yang terpercaya. Mertua sudah kenal besannya dengan baik, otomatis kepercayaan akan tumbuh dari pengalaman dan perasaan positif yang pernah tercipta selama ini. 

5. Jangan khawatir, cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu

Ilustrasi cinta yang akan tumbuh seiring waktu (sumber gambar oleh Free-Photos dari Pixabay)
Ilustrasi cinta yang akan tumbuh seiring waktu (sumber gambar oleh Free-Photos dari Pixabay)
Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu, meski awal menikah mungkin belum terlalu kuat. Tapi dalam keseharian, melihat kebaikan, kelembutan dan usahanya menjadi suami atau istri yangbaik dan bertanggungjawab, lama kelamaan rasa sayang dan cinta akan hadir.

Meski namanya manusia pasti punya kekurangan dan kelebihan, tak ada yang sempurna.

Seiring berjalannya waktu cinta itu pasti akan tumbuh. Apalagi bila keduanya tulus ikhlas, setia, terbuka, saling menyayangi dan menghargai.

 

6. Hubungan akan langgeng

Ilustrasi hubungan yang langgeng, menua bersama dengan bahagia (sumber gambar oleh Claudia Peters dari Pixabay)
Ilustrasi hubungan yang langgeng, menua bersama dengan bahagia (sumber gambar oleh Claudia Peters dari Pixabay)
Tentu semua menginginkan hubungan yang langgeng, menua bersama dengan bahagia bersama pasangan tercinta. 

Biasanya hubungan akan langgeng karena dengan niat awal yang baik, ada kesadaran untuk saling memberikan yang terbaik bagi pasangan dan keluarga.

7. Terbebas dari drama perburuan jodoh yang membuat lelah dan kadang salah 

Ilustrasi aplikasi cari jodoh digital (sumber gambar reqnews.com)
Ilustrasi aplikasi cari jodoh digital (sumber gambar reqnews.com)
Bagi yang sudah mencapai usia matang untuk menikah, mencari jodoh memang bukan hal mudah. Aneka cara dilakukan, misal berusaha mencari jodoh melalui sosial media sampai jejaring perjodohan online. 

Mencari jodoh lewat media digital harus hati-hati, berkaca dari pengalaman buruk salah satu pengguna media ini yang berakhir dengan kehilangan nyawanya.

Perjodohan antar orang tua akan meminimalisir drama pencarian jodoh -yang bagi sebagian orang- terasa melelahkan.

Semua keputusan akan kembali kepada kita, karena kita yang akan menjalani. Semoga orang tua juga memahami bahwa perjodohan adalah salah satu usaha, bukan pemaksaan kehendak.

Sebagai orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya. Sebagai anak pasti ingin membahagiakan kedua orang tuanya, tanpa harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri.

***

Demikian 7 hal menarik tentang perjodohan. Semoga bermanfaat.

Saya doakan bagi para single dan jomblo, semoga segera mendapatkan jodoh seperti yang diharapkan. Banyak berdoa dan berikhtiar, tetap optimis dan selalu semangat. 

Salam hangat,

Seliara

Jakarta, 20 Mei 2021

Referensi

satu, dua

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Hantu Pocong Lembang, Hiburan Siang di Jalan Macet!

7 bulan yang lalu
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun