1. Sebagai Tanaman obat.
Sebagai tanaman obat, tanaman Pule boleh dibilang cukup unggul lho ! Karena pohon dari tanaman ini memiliki segudang khasiat. Bahan kimia yang terkandung di dalamnya dipercaya para ahli bermanfaat bagi kesehatan.Â
Sejak ratusan tahun silam, pohon pule ternyata sudah dimanfaatkan untuk pengobatan Ayurveda, yaitu salah satu metode pengobatan tradisional tertua di dunia yang berasal dari India.
Berdasar laporan penelitian yang dilakukan oleh Chelviana A.C., dkk. dari Universitas Pelita Harapan, bagian yang biasa diolah sebagai bahan obat-obatan dari pohon Pule adalah daun dan kulit batangnya.Â
Daun pule sendiri memang memiliki sifat andenergik, antipiretik, antimalaria, dan antihipertensi. Sedangkan kulitnya yang pahit berkhasiat sebagai peluruh dahak, haid, stomatik, serta menurunkan gula darah.Â
Pada penelitian berbeda sebelumnya, kulit pohon pule juga dipercaya ampuh sebagai pereda kejang. Juga kerap dimanfaatkan sebagai pakan kuda karena berkhasiat sebagai obat cacing.
Berdasarkan buku "Tanaman Obat Tradisional Papua" (2016), air rendaman kulit kayu susu pohon Pule sering dimanfaatkan secara tradisional sebagai obat malaria dan juga demam.Â
Ada juga yang memanfaatkan tanaman ini dengan cara mengonsumsinya secara langsung. Kulit batangnya dikunyah dan cairannya ditelan, untuk tujuan serupa yaitu mengobati demam dan malaria.Â
Kulit batang Pule juga mengandung zat-zat bermanfaat seperti flavonoida, saponin, dan polifenol. Kulit batang pule dapat digunakan sebagai obat demam, malaria, disentri, radang tenggorokan, sakit gigi, bisul, luka bakar, dll.Â
Caranya adalah dengan merebus kulit batang sebanyak 10 gram dalam satu gelas air selama 15 menit, kemudian minum air rebusannya. Selain itu, daun pule juga dapat digunakan sebagai obat luka dengan cara menghancurkannya dan menempelkannya pada luka.