"Jinnande Teremombanga....!!!"
Tak lama kemudian, Jinnande Teremombonga pun datang menghampiri La Moelu. Setelah makan, ikan itu kembali ke laut.  Demikian kegiatan La Moelu setiap pagi. Kegiatan La Moelu itu, akhirnya tercium oleh pemuda-pemuda kampung. Mereka penasaran dengan apa yang dilakukan oleh La Moelu setiap pagi. Tatkala La Moelu sedang memberi makan Jinnande Teremombonga, secara diam-diam tiga pemuda kampung  mengintai La Moelu dari balik pohon yang rimbun. Ketiga pemuda adalah tetangga dan masih bagian dari keluarga La Moelu. Ketika melihat seekor ikan raksasa mendekati La Moelu, ketiga pemuda itu tersentak kaget. Lalu timbul niat jahat mereka untuk menangkap ikan itu.
"Ayo kita tangkap ikan itu," seru salah seorang dari mereka.
"Tunggu dulu! Jangan gegabah! Kita tunggu sampai La Moelu pulang. Setelah itu baru kita menangkap ikan itu," bisik pemuda lainnya.
Begitu La Moelu kembali di rumahnya, ketiga pemuda itu segera keluar dari balik pohon, kemudian berjalan ke tepi laut. Sesampainya di tepi laut, salah seorang di aantara mereka maju beberapa langkah lalu berteriak memanggil ikan itu.
"O... Jinnande Teremombonga ..."!
Dalam sekejap, Jinnande Teremombonga pun datang ke tepi laut. Namun, saat mengetahui orang yang memanggilnya itu bukan La Moelu, ikan itu segera kembali berenang ke tengah laut.
"Alee... kenapa ikan itu pergi lagi?" tanya pemuda yang berteriak tadi.
"O.. mungkin dia takut melihat kamu. Mundur! Biar aku yang mencoba memanggilnya," Â kata pemuda lainnya seraya maju ke tepi laut.
Tidak berapa lama, setelah pemuda itu berteriak memanggilnya, Jinnande Teremombonga datang lagi. Namun, melihat wajah orang yang memanggilnya tidak sama dengan wajah tuannya, ia pun segera kembali ke tengah laut. Ketiga pemuda itu kesal melihat perilaku ikan itu. Mereka akhirnya berembuk dan menemukan satu cara untuk menaklukan ikan itu.
"Kamu Idho, beteriak memanggil ikan itu."