Bila memungkinkan, akan lebih baik jika sekolah menyediakan tenaga pengajar khusus yang mampu berkomunikasi dengan ABK. Di lingkungan masyarakat, penggunaan kata-kata seperti "autis", "camen (cacat mental)", "lemot (lemah otak)", dan sebagainya jangan sampai dibiarkan menjadi bahan guyonan sehari-hari.
Khalayak umum juga dapat membantu dengan tidak memberikan pandangan takut atau jijik terhadap ABK atau sekadar tidak menjadikan mereka bahan gunjingan atau tontonan karena hal tersebut sudah cukup menyakitkan bagi mereka ataupun orang tua mereka. Tenaga kesehatan saya rasa memegang peran krusial dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai kondisi ABK baik melalui penyuluhan maupun dalam setting edukasi pasien dengan dokter atau terapis.
Pemerintah juga harus turut serta dalam upaya sosialisasi mengenai ABK ke masyarakat melalui sistem edukasi yang tertata. Bentuk dukungan pemerintah lain yang saya kira dapat dilakukan adalah dengan menegakkan hukum bagi pelaku perundungan terhadap ABK secara khusus maupun terhadap seluruh komponen masyarakat secara umum, menyediakan layanan pengaduan khusus bagi ABK yang mengalami perlakuan tidak mengenakkan, dan bantuan dana dan pelatihan tenaga pengasuh bagi panti asuhan.
Artikel rujukan:
- https://metro.sindonews.com/read/1221756/170/farhan-sudah-di-bully-selama-setahun-di-gunadarma-1500371989
- https://news.okezone.com/read/2014/06/09/500/996048/anak-berkebutuhan-khusus-diduga-disiksa-guru
- http://www.10news.com/news/suhsd-special-education-aide-claims-she-was-bullied-after-reporting-abuse
- Jones L, Bellis MA, Wood S, Hughes K, McCoy E, Eckley L, Bates G, Mikton C, Shakespeare T, Officer A: Prevalence and risk of violence against children with disabilities: a systematic review and meta-analysis of observational studies. Lancet 2012; 380: 899--907.
- van Roekel E, Scholte R, Â Didden, R. Bullying among adolescents with autism spectrum disorders: prevalence and perception. J Autism Dev Disord. 2010; 40: 63-73.
- UNICEF. Violence against Disabled Children. New York: UNICEF; 2005.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI