Gawatnya juga, para terman sekamar ini tidak ada yang bisa memperkirakan ke mana perginya P. Semua orang kebingungan ke mana harus mencari. Belum lagi kawasan desa itu masih banyak persawahan dan perkebunan tebu yang sudah pasti gelap dan sepi di malam hari. Tidak ada yang berani untuk mencoba mencari ke sana.Â
Salah satu teman sekamar P akhirnya menemukan fakta kalau mukena P tidak berada di tempat. Tetapi, tidak ada cahaya dari Musholla dekat posko kami. Terlebih lagi, jika harus ke Musholla ini, kami harus melewati lahan pembibitan dan rumah kosong yang sudah diambil alih oleh tanaman rambat.Â
Sangat bisa dipastikan kalau area itu gelap. Beberapa dari anggota posko perempuan memberanikan diri untuk mengecek ke Musholla tersebut. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat seonggok bungkusan tergeletak di dalam Musholla. Onggokan itu terbungkus kain warna pink di atas sajadah.Â
Mereka kemudian menyalakan lampu dan langsung tertawa terbahak-bahak. Ternyata si P ini tertidur setelah sholat Isya' di Musholla. Entah bagaimana tidak ada yang tahu kalau dia tadi berangkat bukan ke posko lelaki tapi ke Musholla. Entah kenapa juga dia berani sendirian padahal itu sangat gelap.Â
Para Anggota yang melakukan penyelidikan ini segera mengirim laporan ke grup whatsapp bahwa P telah ditemukan. Bisa dimaklumi kalau dia ketiduran karena memang hari itu cukup melelahkan. Yang cukup tidak wajar adalah lokasi dia ketiduran. Padahal posko perempuan juga longgar.Â
Mungkin dia mencari tempat yang tenang agar khusyu' saat beribadah. Tapi kali ini dia terlalu serius beribadah sampai lanjut ketiduran. Buat kamu yang membaca tulisan ini, tolong dengan sangat untuk saling berkabar sebelum pergi malam saat KKN. Kamu tidak akan membayangkan seberapa paniknya teman sekelompokmu saat kamu hilang dan tidak ada yang tahu keberadaanmu. Ya, kami masih tetap bersyukur karena P masih dilindungi Tuhan dan ternyata tidak hilang ke mana-mana. Hanya sembunyi sebentar saja dari hiruk pikuk dunia.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H