Dalam pameran, perusahaan-perusahaan manufaktur sepeda motor listrik dalam negeri dan perusahaan solusi pengisian daya ikut serta untuk memamerkan produk-produknya.
Tidak hanya itu, terdapat juga kolaborasi antara perusahaan-perusahaan besar di Korea dalam bidang baterai seperti LG EnSol, yang diharapkan akan menjadi contoh model kerjasama untuk potensi kolaborasi di pasar Indonesia, baik untuk
perusahaan besar maupun kecil.
Indonesia memiliki impian untuk menjadi "Pusat mobil listrik di ASEAN" karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan pasar domestik yang besar.
Meskipun memiliki pangsa pasar mobil terbesar keenam di dunia dan terbesar di ASEAN, mobil listrik (EV) di Indonesia hanya mencapai 1% dari total penjualan kendaraan.
Untuk mempromosikan adaptasi mobil listrik, pemerintah Indonesia telah memberikan subsidi pada bulan Maret tahun ini.
Namun, untuk memenuhi syarat subsidi, perusahaan harus mencapai tingkat komponen dalam negeri Indonesia (TKDN) sebesar 40% atau lebih.
Oleh karena itu, untuk masuk ke pasar mobil listrik Indonesia, perusahaan dari Korea harus mencari cara untuk memasok komponen dari perusahaan lokal.
Sehubungan dengan hal ini, perusahaan startup lokal Korea, telah menandatangani kontrak pembelian komponen dengan PT Dharma Polimetal, perusahaan komponen otomotif terbesar di Indonesia, sebagai bukti upaya untuk memastikan rantai pasokan yang stabil.
Seorang perwakilan dari perusahaan A mengatakan, "Indonesia merupakan pasar sepeda motor roda dua terbesar ketiga di dunia, namun pasar sepeda listrik masih dalam tahap awal perkembangan."
la juga menyatakan bahwa "mulai tahun depan, kita akan fokus pada produksi lokal sebelum merilis model EV secara resmi di Indonesia pada tahun 2025, mendahului Honda yang berencana meluncurkan produk EV mereka di sini." Ini merupakan langkah penting dalam mengamankan pasokan komponen yang dibutuhkan untuk memasuki pasar mobil listrik yang berkembang pesat di Indonesia.
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Lee Sang-deok, menyatakan, "Korea-Indonesia EV Partnership Business Plaza merupakan tindak lanjut implementasi kesepakatan kerja sama perkembangan Eletric Vehicle, yang disepakati dalam ASEAN+3 KTT Korea-Indonesia pada bulan September tahun ini."