Mohon tunggu...
Nusantara Pustaka
Nusantara Pustaka Mohon Tunggu... Penulis - Blogger ( Para pemikir dan Aktivis)

Memberikan informasi isu Agama, Politik dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pengalaman Jenjang Pendidikan Ku

14 Agustus 2024   01:12 Diperbarui: 14 Agustus 2024   01:26 42
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

1. Pengalaman Masa Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Pengalaman saya selama bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan tahap awal yang sangat berkesan dalam hidup saya. Sebagai peserta didik di MI, saya berkesempatan merasakan pendekatan pengajaran yang sangat personal dan menyeluruh. Pada tahap ini, para guru lebih fokus pada dasar-dasar pendidikan, terutama pada kemampuan membaca dan menulis.

Metode pengajaran yang digunakan oleh guru-guru di MI sangat efektif dan menyenangkan. Mereka mengajarkan setiap siswa secara individual, menghabiskan waktu dengan kami satu per satu untuk memastikan bahwa kami memahami dan menguasai materi yang diajarkan. 

Pendekatan ini tidak hanya membantu saya untuk belajar membaca dan menulis dengan baik, tetapi juga membangun kepercayaan diri saya dalam mengeksplorasi dunia literasi. Setiap pelajaran diiringi dengan latihan-latihan yang menarik, seperti permainan kata, puisi, dan cerita pendek yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Guru-guru di MI tidak hanya mengajar dengan cara yang konvensional, tetapi juga mendorong kami untuk berpikir kreatif dan kritis sejak dini.

Selain itu, suasana belajar di MI sangat kondusif dan penuh dengan dukungan dari para guru yang sabar dan peduli. Mereka selalu siap membantu kami mengatasi kesulitan dalam belajar, memberikan bimbingan dan dukungan yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan kami. Pengalaman ini memberikan dasar yang kuat bagi saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan percaya diri dan semangat belajar yang tinggi.

2. Pengalaman Masa Madrasah Tsanawiyah (MTS)

Masa-masa saya di Madrasah Tsanawiyah (MTS) merupakan fase yang sangat penting dalam pengembangan diri saya sebagai seorang pelajar. Selama di MTS, saya merasakan perubahan yang signifikan dalam metode pengajaran dan pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh para guru. Pada jenjang ini, fokus pembelajaran lebih diarahkan pada pengembangan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menyerap dan menerapkan informasi yang mereka peroleh.

Guru-guru di MTS menerapkan berbagai metode pengajaran yang inovatif untuk mendorong kami mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah memberikan tugas-tugas yang menantang kami untuk menghafal dan mencari informasi dari berbagai sumber, baik dari paket pembelajaran maupun media sosial. Setiap tugas yang diberikan menuntut kami untuk melakukan penelitian, mengumpulkan data, dan menyusun laporan yang sistematis.

Selain itu, kami juga didorong untuk berkolaborasi dalam kelompok belajar, di mana kami belajar untuk bekerja sama, saling berbagi informasi, dan mempresentasikan hasil penelitian kami di depan kelas. Metode ini tidak hanya membantu kami untuk memahami materi pelajaran dengan lebih baik, tetapi juga melatih kami dalam keterampilan komunikasi dan presentasi. Setiap diskusi dan presentasi yang kami lakukan di kelas membantu kami untuk menyusun argumen yang logis dan meyakinkan, serta meningkatkan rasa percaya diri kami dalam menyampaikan ide-ide kami.

3. Pengalaman Masa Sekolah Menengah Atas (SMA)

Pengalaman saya selama bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan tahap yang sangat berharga dalam perjalanan pendidikan saya. Di SMA, saya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan emosional saya secara lebih mendalam. Fase ini ditandai dengan peningkatan pemahaman, kemampuan analisis, dan tanggung jawab atas argumen yang saya sampaikan.

Di SMA, metode pengajaran yang diterapkan oleh guru-guru lebih berfokus pada diskusi dan presentasi. Setiap siswa diberikan tugas untuk membuat makalah atau proyek penelitian yang harus dipresentasikan di depan kelas. Melalui tugas ini, kami belajar untuk menyusun ide-ide kami secara sistematis, mengembangkan argumen yang kuat, dan menyampaikan presentasi yang menarik dan informatif. Proses ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis kami, tetapi juga mengasah keterampilan komunikasi dan presentasi kami.

Selain itu, suasana belajar di SMA sangat dinamis dan interaktif. Kami didorong untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas, bertukar ide dan pendapat dengan teman-teman sekelas, dan belajar dari sudut pandang yang berbeda. Guru-guru kami berperan sebagai fasilitator yang membantu kami dalam proses belajar, memberikan bimbingan dan umpan balik yang konstruktif untuk membantu kami meningkatkan kualitas kerja dan pemahaman kami. 

Pengalaman ini mengajarkan saya untuk bertanggung jawab atas proses belajar saya sendiri, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membangun rasa percaya diri yang kuat dalam menghadapi tantangan akademik dan non-akademik.

Pengalaman belajar di SMA juga memberikan saya kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional saya. Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi siswa, saya belajar untuk bekerja dalam tim, memimpin proyek, dan berinteraksi dengan berbagai macam orang. 

Semua pengalaman ini membekali saya dengan keterampilan dan pengetahuan yang saya butuhkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks dan kompetitif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun