Banyak contoh lain tentang orang-orang bertangan dingin seperti di atas. Mereka itulah rupanya para "titisan" Raja Midas, raja dalam mitologi Yunani yang terkenal karena kemampuannya mengubah semua yang ia sentuh menjadi emas.Â
Dalam mitos, ketika Midas menyentuh pohon dan batu, itu langsung berubah menjadi emas. Makanan dan minuman yang dia sentuh pun berubah menjadi emas. Bahkan anak perempuannya dia sentuh dan berubah menjadi emas. "Kesaktiannya" itu kini disebut sebagai sentuhan emas atau sentuhan Midas.Â
Tentu saja Raja Midas tidak ada lagi. Itu memang hanya sebuah mitos. Sekarang yang ada adalah orang yang berperilaku seperti Raja Midas, mengukur semua hal dengan uang.Â
Sentuhan dan rasa kemanusiaan pudar dan bahkan hilang karena uang. Tega hati memuncak mirip Midas yang sampai hati merubah anaknya menjadi patung emas. Mata kemanusiaannya tidak lagi peka untuk mampu melihat sanak, saudara, apalagi teman. Meraih untung atau adalah nomor satu.Â
Midas-Midas model baru telah mengabaikan pertemanan. Rela kehilangan kerabat dan hati karena semuanya diukur dengan materi. Jabatan, perkara, promosi, mutasi, pangkat, sekolah, buku pelajaran, semuanya kalau bisa akan diuangkan. Walaupun mereka sanak-saudara, teman, tetangga, tarif tetap dipasang.Â
Lupa bahwa, ketika sakit, semangat tinggi untuk sehat akan datang dari orang dekat. Lupa, ketika badan sakit dan tidak mampu bangkit, ruang kerja yang mewah tidak ada arti.Â
Lupa, ketika jiwa tertekan dan pikiran terpojok, tidak ada yang lebih berarti selain teman sejati yang datang menghampiri dengan segala empati.Â
Materi memang diperlukan untuk mendapatkan kesenangan. Juga untuk bisa memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, kendaraan dan hiburan. Tapi orang sering menjadi "lupa diri", uang hanya difungsikan sebagai alat pemuas hawa nafsu, ketamakan yang tak ada ujungnya.Â
Dalam mitos, Raja Midas pun menyesali kesaktiannya, masakan titisannya jalan terus dibutakan harta. Harta, apapun bentuknya, Â bisa jadi sumber malapetaka dan bahkan mengundang bencana, meski sebaliknya bisa menuntun Anda masuk surga. Semua sepenuhnya memang terserah pilihan Anda.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI