Mohon tunggu...
Maya Puspitasari
Maya Puspitasari Mohon Tunggu... Guru - SMPN 3 Pante Bidari

Seorang guru penggerak yang terus tergerak, bergerak, dan menggerakkan demi mencerdaskan anak bangsa.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Berdamai dengan Hati

17 Februari 2023   23:16 Diperbarui: 17 Februari 2023   23:22 175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Senja (Sumber: dokpri)

Jiwa yang kering kasih sayang mengiba perhatian

Menciptakan kegemuruhan dalam diri 'tuk dianggap

Tak peduli gemericik menyala membahana cakrawala

Semerbak keangkuhan melakonkan pembenaran

Meratapi kegalauan demi sirnakan ia tanpa bekas

Rengkuhan jiwa yang terlampau rapuh melepuh tapal

Ruahkan semua pada sang Semesta

Dapati kedamaian membersamai belahan jiwa

Larutkan diri dalam kesibukan

Kencangkan laju percaya diri

Gelontorkan pikiran jernih

Jalani hidup dengan totalitas

Tak perlu terluka mencapai finish

Nikmati oksigen gratis, lepas tanpa dihantui

Laksana cemara menari mengiringi dirgantara di pantai

Kokoh, gagah tak mudah lapuk diterjang ombak

 

Tiada episode hidup yang sempurna

Bahagia itu diri yang ciptakan

Tak butuh sempurna untuk merasakannya

Biarkan jiwa berbahagia dengan sempurna

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun