Mohon tunggu...
Sardo Sinaga
Sardo Sinaga Mohon Tunggu... Freelancer - IG: @raja_bodat

Pecinta Sejarah dan Ilmu Budaya. Pemula. Menulis Apa Saja Yang penting Tidak Melanggar Hukum.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Membedah Film "Snake Eye's: G.I Joe Origins"

8 Oktober 2021   19:24 Diperbarui: 8 Oktober 2021   19:34 748
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar ini diambil dari akun instagram @snakeeyesmovie

Ada yang pernah menonton film G.I Joe? Saat ini film terbaru G.I Joe telah tayang dan bisa dinikmati. Selain itu, adanya Iko Uwais juga mampu membanggakan para seniman tanah air. 

Selain Iko Uwais, ada Joe Taslim yang sempat bermain di film Fast And Furious 6. Yayan Ruhian juga pernah bermain di film John Wick Chapter 3. Tak heran mereka bertiga yang pernah melakoni film The Raid membuka jalan karir mereka ke perfilman sekelas Hollywood. 

Namun tulisan ini akan membahas film Snake Eye's: G.I Joe Origins. Film ini menggunakan karakter Snake Eye's sebagai karakter utama dalam cerita ini. Bagi saya, film ini cukup bagus karena saat SMA, saya menantikan film kedua G.I Joe: Rise Of Cobra. Namun jalan cerita sangat nanggung dan musuh utamanya masih hidup. 

Walaupun menurut saya film terbaru yang mengisahkan Snake Eye's cukup bagus, namun menurut saya ada sesuatu yang cukup aneh dalam cerita tersebut. Dalam jalan cerita film tersebut, Snake Eye's berencana balas dendam kepada orang yang membunuh ayahnya. 

Setelah kematian ayahnya, ia menekuni pekerjaan petarung jalanan. Setelah pertarungan selesai, ia ditawarkan pekerjaan oleh bos mafia, Kenta dengan diimingi memberi tahu pembunuh ayahnya. Snake Eye's akhirnya setuju dan membawanya ke markas mafia tersebut. 

Namun saat di markasnya, Kenta mengetahui adanya penyusup. Penyusup itu ialah Tommy yang juga sebagai Storm Shadow. Fakta akhirnya diketahui bahwa Kenta adalah saudara dari Tommy yang berasal dari clan ninja, Arashikage. 

Kenta sangat berambisi untuk balas dendam kepada Clan Arashikage. Dendam tersebut muncul karena pemimpin Clan Arashikage memilih Tommy sebagai pewaris Clan. Untuk itu Kenta memperkerjakan Snake Eye's. 

Setelah Tommy diselamatkan Snake Eye's, Tommy membawanya ke Kastil milik Clan Arashikage. Ia dilindungi dan akan dilatih sebagai utang balas budi dan ia menerima. 

Rupanya, Snake Eye's diberikan tawaran untuk menyusup ke Kastil tersebut untuk mencuri sebuah permata dengan memberikan pembunuh ayahnya sebagai hadiah. 

Snake Eye's tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan berlatih disana. Ada 3 tantangan yang harus dilakukan Snake Eye's agar menjadi anggota Arashikage. Ketika tantangan pertama dimulai, ia harus menghadapi Hard Master yang diperankan Iko Uwais. Pada tantangan ini, ia hampir gagal yang pada akhirnya ia berhasil. 

Dipertengahan film, terungkap bahwa Kenta merupakan bagian dari organisasi kriminal yaitu Cobra. Selanjutnya pada tantangan kedua, sebenarnya tantangan itu bukanlah berupa tantangan. Melainkan untuk melihat masa lalu Snake Eye's dan melihat kelemahannya. Pada tantangan ke-tiga ialah ia harus menghadapi 3 ular besar dan ia gagal disana. 

Ia gagal karena terbelenggu oleh dendam untuk membunuh orang yang telah membunuh ayahnya. Walaupun begitu, ia tetap bagian dari Clan Arashikage. Pada malam harinya, ia menembus penjagaan Kastil dan mencuri permata milik Clan Arashikage. 

Ia sempat dicegah oleh kepala keamanan clan tersebut yaitu Akiko. Namun ia berhasil meloloskan diri dan memberikan permata tersebut kepada Kenta. Akhirnya ia berhasil bertemu dengan pembunuh ayahnya yang juga sebagai bagian dari organisasi Cobra. Sayangnya ia tidak membunuhnya dan kembali ke Kastil untuk menghentikan Kenta. 

Disaat perjalanan, Tommy dan Akiko menghadang Snake Eye's. Ia berusaha menjelaskan kepada Tommy bahwa Kenta harus dihentikan dan merebut kembali permata itu. Dan akhirnya mereka menyerbu kawanan Kenta. Permata yang Kenta dapatkan mampu memberikan kekuatan berupa api yang mampu membakar apa saja. 

Snake Eye's beserta kelompok berhasil merebut permata tersebut. Sayangnya, amarah Tommy berkobar dan berusaha membunuh Kenta dengan permata tersebut. Namun ia digagalkan oleh pemimpin clan yang sekaligus adalah ibu dari Kenta dan Tommy. Hardcore Master pun mengembalikan permata itu ketempat asalnya. 

Namun pemimpin clan Arashikage menyatakan bahwa ia adalah pemimpin terakhir dan tak memberikan jabatannya kepada Tommy. Tommy pun murka dan pergi meninggalkan Clan Arashikage. 

Di akhir film terungkap bahwa ayahnya Snake Eye's adalah anggota Joe yang ditugaskan menyusup ke Organisasi Cobra. Namun identitasnya terbongkar. Hal inilah kenapa ia dibunuh. Snake Eye's pun bergabung dengan Joe dan berambisi membawa Tommy kembali pulang.

Gambar ini diambil dari akun instagram @snakeeyesmovie
Gambar ini diambil dari akun instagram @snakeeyesmovie

Sebenarnya film ini sangat mudah dimengerti walaupun saya awalnya lumayan kebingungan saat menonton film ini. Pembalasan dendam Snake Eye's alasan utama ia bergabung dengan Kenta. 

Kenta pun juga mempunyai dendam terhadap Clan Arashikage. Seakan film ini menggambarkan bagaimana seseorang mampu terbelenggu oleh dendam dari berbagai karakter. Hal itu juga diperkuat oleh Tommy yang keluar dari Clan Arashikage yang nantinya akan menjadi Storm Shadow. 

Saya cukup terhibur dengan film ini karena pertarungan para Ninja cukup memukau. Namun menurut saya, justru film ini merusak film pertama G.I Joe. Bagaimana tidak? Di film pertama, Snake Eye's mereka anak telantar yang diasuh dan dilatih oleh Clan Arashikage. 

Kemampuan Snake Eye's yang semakin pesat yang membuat Storm Shadow iri kepadanya. Namun berbanding terbalik film Snake Eye's: G.I Joe Origins yang tokoh utamanya memang pandai bertarung dari awal. Bagi saya ada sedikit kekecewaan walaupun film ini yang merupakan penguatan karakter Snake Eye's dan Storm Shadow. 

Selain melencengnya film pertama dan film terbarunya, cinematography film ini sedikit berantakan. Efek ini yang menurut saya menjadi kelemahan film ini. Berbeda dengan film Rurouni Kenshin The Final Chapter I: The Final. Film itu mempunyai cinematography yang sangat memukau walaupun menurut saya pertarungannya kurang ganas.

Sisanya saya cukup menikmati film tersebut. Namun kesimpulan itu relatif bagi yang pernah menonton film tersebut. Setiap opini orang berbeda-beda. Namun tulisan ini merupakan tanggapan saya terhadap film terbaru G.I Joe. Sekian dan terimakasih. 

Sardo Sinaga

08 Oktober 2021

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun