Mohon tunggu...
Adi Pujakesuma
Adi Pujakesuma Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

KEBENARAN HANYA MAMPU DILIHAT MELALUI MATA KEMATIAN

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Manusia Banyak Maunya, Alloh SWT Banyak Jawabannya

21 November 2016   05:56 Diperbarui: 21 November 2016   12:22 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(sumber gambar: http://shellasyakhfiani.blogspot.co.id/)

Aktivitas kita sehari-hari terkadang menyenangkan orang lain, tak jarang pula sering menyakiti perasaan orang tanpa sadar kita lakukan baik itu disengaja maupun tidak sengaja.

Apapun itu yang jelas menyinggung sensitivitasnya, dan terimakasih patut saya sampaikan kepada teman yang telah berbagi nasehat bermanfaat ini, semoga menjadi introspeksi diri kita semua.

Berikut beberapa percakapan/pertanyaan yang patut dijadikan bahan renungan. Ada beberapa pertanyaan begitu populer di kehidupan sehari dan perlu dijawab oleh kita sebagai khalifah di dunia fana ini:

“Apakah yang PALING TAJAM di dunia ini?” manusia pasti mejawab: “PEDANG, PISAU, SANGKUR, SAMURAI dll.”

Tidak demikian jawab Alloh SWT: Yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA kata Alloh SWT. Karena melalui lidah, manusia dengan mudah memfitnah orang, meyakiti hati, melukai perasaan orang, dan lain-lain.

Maka dari itu jaga dan pergunakan lidah dengan baik jangan digunakan untuk menyakiti orang lain. Tak mudah memang, sebab lidah tak bertulang. Pepatah mengatakan, “jika pedang melukai tubuh akan ada harapan untuk sembuh, jika lidah melukai hati kemana obat hendak dicari.”

Pertanyaan lain, berujar apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini? Ada yang menjawab: “ Antariksa, bulan matahari.”

Jawaban Tuhan: Yag paling jauh adalah “masa lalu.” Siapa pun kita bagaimana pun kita dan betapapun kayanya kita, tetap tidak bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang. Paling mendekati kenyataan adalah kematian.

Selanjutnya timbul pertanyaan apa yang paling besar di dunia ini? Ada yang menjawab : “GUNUNG, BUMI, MATAHARI.”

Jawab Tuhan: “Yang paling besar di dunia ini adalah NAFSU.”

Banyak manusia celaka karena menuruti hawa nafsunya. Terutama nafsu syetan, segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian. Karena itu hati-hati dengan nafsu.

Apa yang paling berat di dunia ini, sebagai manusia yang banyak maunya tentu akan menjawab: BAJA, BESI, BATU, GAJAH, BADAK dan lainnya yang sifatnya memberatkan. Lain manusia lain jawaban Tuhan: yang paling berat JANJI. Hal yang paling gampang diucapkan tapi sulit dilakukan. Bukankah ingkar janji bagian dari MUNAFIK.

Setelah berat tentu ringan, pertanyaanya apa yang paling ringan di dunia ini? Kasat mata jawabannya sudah pasti: KAPAS, ANGIN, DEBU, DAUN-DAUN KERING serta buang gas alias KENTUT manusia.

Alloh SWT punya jawaban tersendiri, yang paling ringan didunia ini adalah melupakan AKU dan meningglakan AKU. Lihatlah banyak orang yang karena harta, tahta, wanita, jabatan dengan mudahnya meninggalkan  AKU, ketika diuji MUSIBAH barulah mendekati AKU (kata Alloh SWT).

Bagi manusia yang paling dekat dengan diri kita di dunia adalah: Orang tua, sahabat, teman, kerabat. Akan tetapi tidak semua teman itu abadi, kepentinganlah yang paling abadi.

Jawab Alloh SWT yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Sebab kematian sifatnya MUTLAK adanya dan dapat terjadi sewaktu-waktu, kapan pun dan dimana pun.

Dan terakhir pertanyaan bonus bagi manusia dari Alloh, yang paling gampang di dunia ini? Manusia termasuk diri saya akan menjawab makan, tidur, ngomong, nongkrong, memberi nasehat dan lain-lain.

Maka dari itu jangan banyak makan dan tidur apalagi nongkrong, memberi nasehat palsu, karena itu murah dan kurang bermanfaat. Ujian Alloh adalah mutlak, sedangkan manusia hanya mampu berencana, hasil akhir kembali kita serahkan kepada Alloh SWT. Selamat beraktivitas. Amin

Wallahu ‘alam bishowab.

20 November 2016

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun