Walau demikian menurut Penulis kisruh ini bukan berarti "kiamat" bagi perbulutangkisan Indonesia. Apabila Penulis seorang marketing yang lihai, Penulis justru akan menggunakan momentum ini untuk membuat audisi bulu tangkis jilid dua.
Animo dan support masyarakat Indonesia terhadap cabang olahraga bulu tangkis sangat besar, kenapa tidak? Bibit-bibit unggul bulu tangkis di seluruh penjuru Indonesia menanti untuk dituai dan para pemuka bulu tangkis di negeri ini tentu akan berbesar hati untuk turut membantu. Hanya saja tantangannya, apakah audisi dengan idiom baru ini mampu menandingi bahkan melebihi pencapaian yang PB Djarum capai?
Penulis hanya berharap kisruh KPAI dan PB Djarum dapat segera usai dengan baik. Dalam kapasitasnya KPAI merujuk kepada peraturan memang tidak salah, PB Djarum yang memutuskan memberhentikan audisi karena tidak ingin melanggar aturan pun juga tidak salah. Namun setidaknya marilah kedua belah pihak dan seluruh masyarakat Indonesia berpikir dengan dingin memikirkan kepentingan bersama bangsa ini akan keberlangsungan prestasi tanah air kedepannya.Â
Demikian artikel Penulis, mohon maaf bilamana ada kekurangan dikarenakan kekurangan milik Penulis pribadi. Terima kasih.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI