Hal unik lain dari Gudang Coffee ini adalah, material yang digunakan adalah dengan memanfaatkan limbah daur ulang.
"Seperti penggunaan bambu disini, itu bambu yang ada di pinggir jalan yang kita manfaatkan. Selain itu ada juga kayu, karpet dan lainnya yang juga dari limbah tetapi masih layak dipakai." Sambung Indra lagi.
Setelah Gudang Coffee selesai dibangun, Indra dan teman-temannya duduk bareng lagi untuk membicarakan langkah ke depan.
"Jadi setelah itu kita duduk bareng lagi membicarakan apa yang didapat sama teman-teman ketika mereka gabung disini. Akhirnya saya berpikir, bahwa di tengah kondisi yang belum membaik, karena banyak rumah makan yang tutup, saya akhirnya berikan beberapa di antara mereka saham dan gaji." Beber Indra.
Pemberian saham kepada sebagian teman, menurut Indra sebagai bentuk kesepakatan dalam memajukan dan mengembangkan kafe miliknya.
Indra mengaku memang tidak main-main mendirikan kafe di tengah masa pandemi Covid-19 ini. Ini dia buktikan dengan keseriusan menjalani konsep kafenya yang mengusung live musik untuk para konsumen yang datang.
"Jadi ini memang nggak main-main. Karena sesuai konsepnya kafe ini mengusung live musik, jadi saya harus hadirkan panggung cukup besar di depan agar penyanyi atau band bisa menghibur konsumen setiap akhir pekan." Kata Indra lagi.
Akan Menggelar Kontes Bernyanyi
Menjadi kewajiban Indra dan teman-temannya untuk mengenalkan ke publik keberadaan Gudang Coffee ini. Lantas tercetuslah ide untuk menggelar kompetisi bernyanyi di kafe ini.
"Betul. Jadi dalam waktu dekat kami akan mengadakan kompetisi bernyanyi disini. Untuk itu beberapa stakeholder, artis, penyanyi, praktisi, komunitas dan lainnya, sudah menyatakan kesediaannya mendukung acara kompetisi ini." Jelas Indra.