"Yakin, Pa? Aku ke sana ya?"
"Iya. Papa rasa dua orang itu punya niat tidak baik deh. Tolong segera ya! Kamu masuk ke restoran lewat pintu dapur di tangga darurat lantai 10."
"Oke, Pa. Aku dan Bee segera ke sana."
Red bergegas membangunkan Bee yang tertidur di sofa karena kelelahan pascapenerbangan mereka. Bee membersihkan kelopak matanya sambil menguap seolah tidak rela melepaskan waktu istirahatnya diambil orang.
"Ah, Kakak, aku masih mengantuk nih." keluh Bee sambil memutar balik tubuhnya di atas sofa.
"Ayolah, Papa dalam bahaya, Bee. Dia diikuti dua orang penjahat." jawab Red sambil terus menggoyang-goyangkan tubuh Bee.
"Hah! Apa kakak yakin mereka itu penjahat?!"
"Iya. Papa bilangnya begitu. Ayo, kita cari tahu sekarang!"
"Ayo, Kak!"
Bee segera membasuh wajahnya di wastafel yang menempel dinding di sebelah pintu kamar mandi. Sesudahnya, dia menarik tangan Red ke luar kamar dan berlari menuju restoran. Red dan Bee menggunakan elevator sampai di lantai 9, lalu meneruskan ke lantai 10 menggunakan tangga darurat. Mereka mengikuti perintah sang ayah untuk masuk ke restoran melalui pintu dapur.
Pemilik hotel sengaja menyatukan pintu belakang dapur restoran dengan tangga darurat supaya saat terjadi kebakaran di dapur, para pelayan dan juru masaknya dapat menyelamatkan diri dengan cepat sehingga tidak sampai timbul korban jiwa. Selain itu, tangga darurat digunakan untuk mempermudah petugas pemadam kebakaran saat melakukan penyelamatan dan pemadaman api.