Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Freelancer - Serabutan

Ikuti kata hati..itu aja...!!!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Prabowo Buka Suara, Prabowo "Selamatkan" SBY

13 Oktober 2020   20:55 Diperbarui: 13 Oktober 2020   21:10 1115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

PARTAI Demokrat terutama Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi pusat perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Mereka dituduh sebagai dalang dibalik aksi penolakan massa di beberapa daerah atas disahkannya Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker). 

Seperti diketahui, pasca disahkannya Undang-Undang "Sapu Jagat" pada Sidang Paripurna, Senin (5/10/20), esok harinya hingga tanggal 8 Oktober 2020 terjadi aksi demontrasi dan kericuhan. Akibatnya banyak peserta aksi yang terkuka dan rusaknya fasilitas umum. 

Nah, entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul tuduhan bahwa semua aksi penolakan UU Ciptaker tersebut didalangi Partai Demokrat dan SBY. Tak tanggung-tanggung, Presiden ke-6 RI ini juga dituding sebagai pihak yang membiayai para peserta aksi. 

Hingga hari ini tuduhan tersebut masih belum bisa dibuktikan. Hanya, jika boleh menduga, mungkin saja tuduhan tersebut datang karena aksi dan reaksi Partai Demokrat yang telah dengan tegas menolak RUU Ciptaker. 

Bahkan, sebelumnya sempat terjadi insiden sabotase yang dilakukan pimpinan sidang, Puan Maharani. Ketua DPR ini dengan sengaja mematikan mikropon anggota DPR Fraksi Demokrat, Irwan Fecho ketika sedang interupsi dalam Sidang Paripurna pengesahan RUU Ciptaker. 

Tidak hanya itu, dengan dipimpin Benny K Harman, anggota Fraksi partai berlambang mercy itupun selang beberapa lama kemudian walk out dari sidang paripurna, karena interupsinya merasa tak digubris. 

Kendati begitu, tuduhan tersebut langsung dibantah ramai-ramai oleh kader Partai Demokrat. Bahkan, secara khusus mantan Ketua Umum Partai Mercy, SBY, dengan tegas menyebut bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah keji. 

SBY mengaku, tidak terlintas dalam pikirannya untuk menggerakan massa apalagi membiayainya, meski dia  seandainya memiliki kemampuan tersebut. Ia merasa sedih terus-terusan disudutkan dan menjadi korban fitnah. 

Apa yang diutarakan SBY  bukan hak penulis untuk mengiyakan atau mennyangkalnya. Semua diserahkan pada aparat kepolisian untuk menyelidiki dan mengungkap tuntas siapa dalang dibalik aksi ricuh massa yang terjadi pada tanggal 6 hingga 8 Oktober 2020 tersebut. 

Namun, sebelum kasus ini bisa diungkap dengan tuntas, bukan mustahil tuduhan-tuduhan terhadap Partai Demokrat dan SBY ini akan menjadi bola liar. Meski telah dibantah oleh pihaknya. 

Prabowo Tuduh Pihak Asing 

Selama pengesahan RUU Ciptaker hingga terjadi aksi massa dan terjadi rusuh yang menjurus anarkis, banyak pihak penasaran dengan sikap Prabowo. 

Pasalnya, Menteri Pertahanan (Menhan) pada Kabinet Indonesia Maju (KIM) tersebut tidak terdengar suaranya. Beda dengan menteri-menteri lain. Misal Airlangga Hartarto atau Luhut Binsar Pandjaitan. 

Rasa penasaran sejumlah pihak ini makin gede setelah dengan tegas salah seorang kader Partai Gerindra, Fadly Zon menyatakan penolakannya terhadap UU Ciptaker. Sementara di sisi lain, partai yang dinahkodai Prabowo ini merupakan salah satu partai yang ikut menandatangani pengesahan RUU dimaksud. 

Namun kemudian rasa penasaran ini terjawab. Prabowo secara tersirat mendukung UU Ciptaker. Menurutnya produk undang-undang ini dibuat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tanah air. 

Menurut Prabowo, terjadinya aksi penolakan terhadap UU Ciptaker karena rakyat yang belum membaca keseluruhan isi produk undang-undang baru itu. Ia menuding para pedemo itu termakan hoaks atau kabar bohong yang sengaja disebarkan berkaitan dengan Undang-undang dimaksud. 

Menyoal terjadi kerusuhan hingga berujung anarkis, mantan Danjen Kopasus itu meyakini ada campur tangan pihak asing yang tidak ingin Indonesia aman dan maju. 

"Saya ingin beri peringatan, hoaks ini berarti ada yang ingin ciptakan kekacauan. Saya punya keyakinan ini berasal dari luar negeri. Ada kekuatan asing negara tertentu yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," kata Prabowo dalam video wawancara milik Partai Gerindra, Senin (12/10). (CNNIndonesia.com). 

Masih dikutip CNNIndonesia.com, Prabowo juga meyakini pihak yang dengan sengaja melakukan kekacauan di Indonesia ini justru berasal dari luar negeri dengan memanfaatkan tokoh-tokoh di Indonesia yang justru tak sadar sedang diperalat. 

"Jadi kadang tokoh-tokoh kita hanya melihat apa yang diyakininya benar.  Tapi, kadang melakukan sesuatu yang tanpa disadari merupakan permainan orang lain. Dan kita, selalu saya katakan dari ratusan tahun lalu selalu diadu domba," kata Prabowo. 

Penjelasan Prabowo tentang dalang aksi kerusuhan penolakan UU Ciptaker itu adalah pihak asing, penulis rasa sangat menguntungkan Partai Demokrat dan SBY dari sudut pandang politik. 

Ya, mungkin apa yang diutarakan Prabowo itu benar dan publik percaya. Dengan begitu tuduhan terhadap SBY dan Partai Demokrat bisa saja perlahan sirna. Dan, jika itu terjadi berarti secara tidak langsung Prabowo menyelamatkan SBY dari segala tuduhan yang terjadi.

Salam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun