Selain itu, masih ada juga menteri-menteri lainnya yang juga sama layak dievaluasi ulang kinerjanya. Misal Menteri Tenaga Kerja (Menaker) yang malah meloloskan TKA China di tengah masyarakat tengah dilanda pandemi.
Kemudian, apa kabarnya juga dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Padahal, di tengah kegoyahan ekonomi global, semestinya dia bisa berada di depan menggerakkan ekonomi rakyat lewat terobosan UKM.
Mungkin sejumlah menteri ini menurut pandangan sederhana saya yang rasanya patut mendapatkan evaluasi kembali tentang kinerjanya. Boleh jadi, para pembaca di luar punya pandangan lain yang bisa saja jumlahnya lebih banyak daripada yang saya pikirkan.
Jokowi Kudu Tiru Ferguson
Pada dasarnya saya pribadi cukup senang dengan adanya isu reshuffle kabinet ini. Mudah-mudahan jika memang pada terjadi, para penggantinya bisa menunjukan kinerja jauh lebih baik.
Hanya saja, dibalik rasa senang ini terselip juga rasa ragu. Presiden tidak memiliki keberanian untuk melakukan reshuffle terhadap beberapa menteri yang di bawah naungan partai besar. Sebab akan berdampak kurang baik secara politik
Untuk itu, saya rasa Presiden Jokowi harus belajar banyak pada mantan pelatih legendaris Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson.
Bagi penggemar Setan Merah julukan MU, tentu saja tahu bahwa Ferguson telah sukses meraih puluhan tropy, baik untuk kancah domestik maupun internasional.
Bahkan, pelatih asal Skotlandia ini berhasil menandai era dominasi Manchester United di Inggris setelah berhasil meraih 13 trofi Liga Inggris.
Lalu, apa yang menjadi kunci sukses Alex Ferguson sehingga begitu mendominasi liga primer inggris? Jawaban yang akan saya sebutkan inilah yang harus Presiden terapkan di pemerintahannya.
Apa itu?