Begitu pula jika tengah malam perut laper sehabis nulis dikompasiana atau nonton bola diyoutube, pasti selalu menggunakan kompos gas untuk memasak indomie rebus.
Saya tidak panik sama sekali sebagaimana emak-emak diluar sana suka ngerumpi Pemerintah Jokowi karena harga gas naik.
Toh masih ada tungku dapur yang sama mamfaatnya untuk memasak. Bahkan lebih efisien karena alami.
Kayu bakar tinggal cari dibelakang rumah pekarangan yang banyak ranting kayu kering karena cuaca.
Dulu apa bila tidak ada kayu bakar, agar mempunyai kayu bakar yang siap digunakan setiap hari pasti selalu menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar dengan menggunakan alat bernama prekul.
Prekul semacam alat berupa kapak besar namun panjang pegangannya, dari alat inilah yang mampu menumbangkan pohon sebesar apapun untuk kayu bakar dirumah.
Seperti contohnya pohon randu, pohon turi dan juga pohon albasiah yang khusus digunakan untuk kayu bakar sebagai pengganti gas elpiji.
Jadi? Saat harga gas elpiji naik, Saya tidak panik karena sudah ada alat sederhana yang melegenda yaitu tungku dapur yang menggantikan kompor gas sebagai jalan alternatif.
Salam..
Samhudi Bhai