Mohon tunggu...
salwadema
salwadema Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi

Mahasiswa jurusan Sastra Inggris di Universitas Pamulang, seorang pemula dalam membuat artikel.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Periode Pre-Romantik: Masa Transisi Periode Augustus ke Periode Romantik

4 Januari 2025   11:20 Diperbarui: 4 Januari 2025   11:20 37
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Sumber: Pinterest)

Periode pre-romatik, yang berlangsung sekitar akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, merupakan masa transisi dari periode Augustus yang menekankan rasionalisme menuju periode romantik yang lebih emosional dan ekspresif. Masa ini terjadi perkembangan dan perubahan besar pada kehidupan sosial dan Masyarakat yang memengaruhi corak karya sastranya. Periode pre-romantik juga menjadi pertanda sebagai gerakan artistic yang dikenal sebagai romantisme.

Masa ini menjadi jembatan antara periode Augustus, yang ditandai oleh rasionalisme dan penekanan pada bentuk klasik, menuju periode romantik yang lebih menekankan emosi, imajinasi, dan pengalaman individu. Periode ini muncul sebagai reaksi terhadap pencerahan dan revolusi industri, di mana masyarakat mulai merasakan dampak perubahan sosial dan ekonomi yang cepat. Kesenangan terhadap alam, ketidakpuasan terhadap norma-norma sosial, dan pencarian identitas individu menjadi tema sentral dalam karya-karya seni dan sastra.

Ciri-ciri Periode Pre-Romantik

1. Penghargaan terhadap Alam

   Para penulis dan seniman pre-romantik mulai mengalihkan perhatian mereka dari norma-norma klasik dan lebih fokus pada keindahan alam. Mereka menggambarkan lanskap dengan cara yang lebih emosional dan personal. Karya-karya ini mencerminkan hubungan yang mendalam antara manusia dan alam.

2. Ekspresi Emosional 

   Berbeda dengan periode sebelumnya yang lebih rasional, periode ini menekankan pentingnya perasaan dan pengalaman subjektif. Penulis seperti William Wordsworth dan Samuel Taylor Coleridge mengekspresikan perasaan mereka melalui puisi yang menyentuh aspek emosional kehidupan manusia.

3. Minat terhadap Rakyat dan Budaya Lokal

   Ada ketertarikan yang meningkat terhadap budaya rakyat, tradisi lokal, dan bahasa sehari-hari. Ini terlihat dalam karya-karya yang menggunakan dialek daerah dan menceritakan kisah-kisah rakyat. Hal ini bertujuan untuk mengangkat suara masyarakat biasa dan merayakan kekayaan budaya mereka.

4. Penolakan terhadap Konvensi Klasik 

   Para seniman pre-romantik sering kali menolak batasan-batasan formal yang ditetapkan oleh tradisi klasik. Mereka mencari kebebasan dalam bentuk dan tema, menciptakan karya-karya yang lebih inovatif dan beragam.

Pengaruh Periode Pre-Romantik

Periode pre-romantik sangat mempengaruhi perkembangan sastra dan seni di Eropa. Dengan mengedepankan emosi dan pengalaman pribadi, periode ini membuka jalan bagi gerakan romantik yang akan datang. Karya-karya dari periode ini tidak hanya memperkenalkan tema-tema baru tetapi juga metode ekspresi yang lebih bebas.

Tokoh Penting dalam Periode Pre-Romantik

1. William Blake 

   Seorang penyair dan pelukis, Blake dikenal karena puisi-puisinya yang penuh simbolisme dan imajinasi. Karyanya sering mengekspresikan kritik terhadap masyarakat dan merayakan kekuatan individual.

2. William Wordsworth

   Bersama Coleridge, Wordsworth menulis "Lyrical Ballads," sebuah karya penting yang menandai awal gerakan romantik. Ia percaya bahwa puisi harus berbicara tentang pengalaman sehari-hari dengan bahasa sederhana.

3. Samuel Taylor Coleridge

   Coleridge dikenal karena kemampuannya menciptakan suasana magis dalam puisi-puisinya. Karyanya "The Rime of the Ancient Mariner" adalah contoh sempurna dari imajinasi yang melampaui batas-batas konvensi.

Kesimpulan

Periode pre-romantik merupakan masa transisi yang besar dalam sejarah sastra, di mana penulis mulai mengeksplorasi tema-tema baru yang lebih emosional dan personal. Dengan penghargaan terhadap alam, budaya lokal, serta penolakan terhadap konvensi klasik, periode ini menjadi fondasi bagi lahirnya gerakan romantik yang akan mengubah wajah sastra dan seni di Eropa selanjutnya. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi karya-karya sastra tetapi juga cara pandang masyarakat terhadap seni dan ekspresi diri.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun