Mohon tunggu...
salsabil adzra afifah
salsabil adzra afifah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Belajar dengan sebuah karya

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Di Balik Tulisan Indah Mudah Dipahami Ada Usaha Latihan Menulis yang Rutin

19 April 2022   23:24 Diperbarui: 19 April 2022   23:27 209
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Sebagian besar orang pasti malas untuk menulis, karena lebih seru atau lebih mengasikkan jika kita langsung mengatakan tujuan yang ingin dikatakan secara langsung atau bertatap muka. Tetapi pada zaman yang sudah modern ini jarang sekali kalau kita harus menulis menggunakan pulpen atau pensil dan kertas, pasti semua tulisan tersebut akan tersalurkan melalui sebuah ketikan. Berbeda halnya dengan anak-anak yang masih mengampu jenjang pendidikan dasar atau anak-anak usia dini yang masih berada tahapan perkembangan pengenalan huruf-huruf yang sangat memerlukan bacaan dan tulisan. 

Menulis, setiap orang pasti sudah melewati fase ini apalagi orang-orang terdahulu yang belum ada telepon, media sosial, dan internet untuk melakukan komunikasi jarak jauh. 

Pastinya untuk mengatasi komunikasi jarak jauh dengan segala keterbatasannya orang-orang tua mungkin sekarang nenek-nenek kita mencari alternatif yaitu dengan menulis surat. Maka dari itu mengenal tulisan dan berlatih menulis itu sangat penting dipelajari sejak pada tahapan anak-anak mengenal huruf. 

Menulis juga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar anak bisa mengingat dan mengenal jenis-jenis huruf dengan cepat, caranya adalah dengan mereka menuliskan huruf yang sedang mereka pelajari berulang-ulang akan membuat huruf tersebut lengket di ingatan mereka. 

Artinya terdapat dua keuntungan ketika mereka sedang berlatih menulis, pertama mereka bisa mengingat huruf yang sedang mereka pelajari dan kedua mereka bisa berlatih untuk belajar menulis huruf-huruf sehingga dapat ditulis menjadi kata dan kalimat yang bisa dibaca. 

Tetapi meskipun demikian sangat sulit sekali membujuk anak untuk belajar menulis karena hal ini terlihat sangat membosankan bagi mereka, kalau bisa dibicarakan atau dikatakan langsung mengapa harus ditulis? pikir mereka pasti seperti itu. Pikiran seperti ini yang membuat mereka malas untuk menulis sebuah huruf atau kata. 

Cara yang paling sederhana untuk membujuk mereka berlatih menulis adalah dengan menarik garis sesuai pola titik-titik yang ada dikertas, hal seperti ini saja seperti tetap membuat mereka bosan karena aktivitas yang mereka lakukan hanya duduk memegang pulpen dan berhadapan dengan kertas sedangkan pada usianya mereka lebih senang bergerak kesana kemari, berlari-larian, dan bermain kotor (seperti menanam). Kegiatan yang sangat aktif (menggunakan motorik kasar) itulah yang lebih menarik perhatian mereka daripada hanya duduk diam memegang pensil. 

Kisah nyata yang pernah penulis lihat langsung adalah ketika penulis menemani adik sepupu penulis mengerjakan pekerjaan rumahnya. Usianya masih 4 tahun, usia yang masih sangat emas sekali dalam melakukan setiap perkembangan salah satunya belajar membaca dan menulis dan tak lupa juga usia yang sangat aktif sekali untuk bermain permainan motorik kasar (berlari, meloncat-loncat, main bola). 

Hari itu penulis menemaninya mengerjakan pekerjaan rumah tersebut, hanya latihan-latihan pra sekolah yang sangat dasar agar mempermudah sebelum lanjut ke sekolah dasar. 

Dalam latihan tersebut ada banyak jenisnya seperti membaca dengan menarik garis bacaan ke gambar yang sesuai, berhitung, dan pastinya menulis dengan menarik pola huruf atau angka dengan titik-titik kecil yang harus dihubungkan sehingga menjadi sebuah huruf. Bagian latihan menulis inilah yang sangat ia hindari karena hal ini membosankan dan membuat ia merasa malas sehingga adik sepupu penulis selalu mencari alasan agar ia tidak mengerjakan latihan jenis itu. 

Tetapi mau tidak mau harus dikerjakan karena ini adalah bentuk latihan yang akan membuatnya terbiasa atau setidaknya bisa untuk menulis. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun