Mohon tunggu...
Salmun Ndun
Salmun Ndun Mohon Tunggu... Guru - Guru UPTD SMP Negeri 1 Lobalain

Membaca itu sehat dan menulis itu hebat. Membaca adalah membawa dunia masuk dalam pikiran dan menulis adalah mengantar pikiran kepada dunia

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Jadilah Guru yang Mengajar, Bukan Menggurui

30 Juni 2024   04:34 Diperbarui: 3 Juli 2024   11:54 121
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Siswa diharapkan menerima dan menghafal materi yang disampaikan tanpa banyak pertanyaan atau diskusi. Metode ini sering kali menggunakan ceramah panjang dan latihan hafalan yang berulang, dengan sedikit perhatian terhadap pemahaman mendalam atau penerapan praktis dari materi yang diajarkan.

Pendekatan menggurui cenderung menciptakan lingkungan belajar yang kaku dan pasif, di mana siswa menjadi penerima informasi yang pasif tanpa kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis atau analitis. Akibatnya, pembelajaran menjadi kurang bermakna dan siswa mungkin kesulitan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam situasi kehidupan nyata.

Dampak Mengajar yang Efektif

Peningkatan pemahaman dan keterlibatan siswa merupakan tujuan utama dari proses pembelajaran yang efektif. Ketika siswa benar-benar memahami materi yang diajarkan, mereka lebih mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks praktis dan kehidupan sehari-hari. 

Pemahaman yang mendalam juga memicu rasa ingin tahu dan motivasi intrinsik untuk belajar lebih lanjut. Selain itu, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran membuat mereka lebih aktif dan partisipatif, yang berkontribusi pada pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Guru yang mendorong keterlibatan melalui metode pembelajaran interaktif, seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan penggunaan teknologi pendidikan, membantu siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi. 

Akibatnya, siswa tidak hanya memahami materi dengan lebih baik tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi yang penting untuk kesuksesan mereka di masa depan.

Pengembangan keterampilan berpikir kritis dan mandiri merupakan aspek penting dari pendidikan yang berfokus pada pemberdayaan siswa. Keterampilan berpikir kritis memungkinkan siswa untuk menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, dan membuat keputusan berdasarkan bukti dan logika. Siswa yang terlatih dalam berpikir kritis lebih mampu menghadapi masalah kompleks dan menemukan solusi kreatif.

Di sisi lain, kemandirian dalam belajar mempersiapkan siswa untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang mampu mengelola proses belajar mereka sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bimbingan guru. 

Guru yang efektif mendorong pengembangan keterampilan ini dengan memberikan tantangan intelektual, memfasilitasi diskusi terbuka, dan memberi kesempatan bagi siswa untuk mengambil inisiatif dalam proyek-proyek mereka.

Strategi Mengajar yang Efektif

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun