Pola bisnis yang dipraktikkan Nabi Muhammad SAW ini tentu perlu diadaptasi oleh para pebisnis di masa kini, yang terkadang mudah keluar dari etika-etika seperti yang dipraktikkan oleh Nabi SAW. Dengan adanya Fatwa DSN MUI terkait pariwisata maka diharapakan tidak ada lagi yang menjadikan usaha bisnisnya sebagai malpraktek. Sehingga terus memperbaiki citra bisnis syariah dan memberikan kesan positif bagi wisatawan juga berefek besar dalam meningkatkan ekonomi dan pariwisata di Indonesia.
Dampak lain dari pariwisata syariah terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat selain masyarakat muslim yang mayoritas di Indonesia banyak di libatkan dalam pengembangan bisnis Islam, perusahaan yang melakukan bisnis Islam atau yang mengklaim syariah seharusnya mampu menghadirkan atau memberikan dampak yang besar dalam usaha bisnisnya misalnya mendistribusikan Coorporate Social Responsibility (CSR) yang lebih dibanding perusahaan tanpa label Islam, serta memberikan efek yang besar bagi lingkungan bisnis yang di jalankan. Sehingga bukan hanya profit oriented tetapi juga ukhuwa Islamiyah orientied yang harus terjaga dalam pariwisata syariah dan perbaikan ekonomi masyarakat sekitar.
Opini By: Salmia
Mahasiswa Magister Studi Islam
Universitas Islam Indonesia
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H