Mohon tunggu...
Salim Darmadi
Salim Darmadi Mohon Tunggu... Profesional Sektor Publik -

Profesional Sektor Publik, Penulis Buku "Serpihan Inspirasi: Hikmah dari Negeri Seberang", Mentor & Mentee, Narablog, STAN (2001-2006), University of Queensland (2008-2010), salim-darmadi.com

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Seribu Kawan Terlalu Sedikit

7 April 2015   11:26 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:26 45
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“Jauh-jauh sekolah di Australia kok ngomongnya masih bahasa Indonesia,” begitulah komentar sebagian mahasiswa Indonesia, mengomentari terlalu asyiknya mahasiswa dari Tanah Air bergaul dengan saudara sebangsa saja. Semoga itu menjadi otokritik bagi saudara-saudara sebangsa agar memperluas lingkup pergaulan ketika tinggal di negeri orang. Saya pribadi tidak pernah menyesal telah lebih banyak bergaul dengan rekan-rekan Indonesia selama dua tahun tinggal di ibukota Queensland ini, terlebih dengan begitu banyaknya kemurahan mati dan uluran tangan yang mereka tawarkan untuk saya. Dan pada saat yang sama, menjadi kewajiban saya untuk berusaha meningkatkan kesupelan diri agar pandai bergaul dengan mahasiswa dari beraneka bangsa dan warna kulit.

Karena seribu kawan masih terlalu sedikit, sedangkan satu musuh sudah terlalu banyak…

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun