Abstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh teknologi, khususnya penggunaan gawai, terhadap akhlak dan kenakalan mahasiswa. Masa remaja merupakan fase kritis dalam pembentukan identitas diri yang sering disertai gejolak emosi dan masalah sosial. Dalam etika Islam, standar moral yang jelas tercermin dalam Al-Quran dan Hadits.Â
Kemajuan teknologi informasi, seperti internet dan gadget, telah mempengaruhi kehidupan mahasiswa secara signifikan. Meskipun gawai memiliki manfaat dalam pendidikan dan informasi, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan perilaku menyimpang seperti menurunnya ketaatan pada orang tua dan agama.Â
Penelitian menunjukkan bahwa gawai dapat memicu kenakalan di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pendidikan yang tepat dari orang tua serta upaya untuk meningkatkan aktivitas positif dan manajemen emosi. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif teknologi dan mendorong perkembangan moral dan sosial yang sehat pada remaja.
Â
Kata Kunci: Pengaruh teknologi, akhlak, kenakalan mahasiswa, penggunaan gawai, etika Islam, pengawasan orang tua, pendidikan moral, remaja.
Â
Pengaruh Teknologi Terhadap Akhlak
Masa remaja adalah fase di mana seseorang sedang mencari identitas dirinya dan ingin mengenali dirinya dengan lebih baik. Di mana gejolak emosi sering muncul, disertai dengan masalah dalam lingkungan keluarga dan sosial. Dalam pandangan etika Islam, standar kebaikan dan keburukan sangat jelas, dengan Al Quran dan Hadits Nabi Muhammad sebagai pedoman utama.
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab ayat 21).
Pengaruh globalisasi, terutama kemajuan teknologi informasi seperti internet dan gadget, turut mempengaruhi kehidupan mahasiswa. Penggunaan gadget seringkali memiliki dampak negatif, seperti mengurangi ketaatan pada orang tua dan agama. Seperti yang kita ketahui bahwa mahasiswa adalah salah satu komponen civitas akademik yang sedang menuntuti ilmu pengetahuan, namun tidak sedikit mahasiswa yang terjerumus dalam dampak negatif dari gadget atau gawai ini. Baru-baru ini, kejadian yang mencuat tentang perilaku tidak senonoh sepasang sejoli di Malang menjadi perhatian, menunjukkan urgensi pengawasan dan pendidikan yang tepat dalam penggunaan teknologi serta pentingnya nilai-nilai moral dan agama dalam kehidupan ini.
Mahasiswa memiliki potensi baik dan buruk dalam dirinya, namun penting untuk memprioritaskan kebaikan. Penggunaan gadget juga dikaitkan dengan sebuah bentuk kenakalan. Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan gadget menjadi salah satu faktor yang memicu seseorang melakukan kenakalan. Hal ini menambah perhatian akan pentingnya peran orang tua dalam membentuk perilaku anak. Di samping itu, penting untuk diingat bahwa ada faktor-faktor luar seperti pengaruh setan yang juga mempengaruhi perilaku manusia.
Meskipun manusia memiliki potensi baik dan buruk, kebaikan seharusnya lebih dominan. Sehingga solusi terbaik untuk mengatasi kenakalan ini adalah dengan kembali kepada ajaran agama.
Pandangan Mahasiswa terhadap Penggunaan Gawai
Pengaruh perkembangan teknologi khususnya gadget atau gawai ini memang sudah tersebar dimana- mana, tidak hanya orang dewasa bahkan anak - anak dibawah umur pun sudah menggunakannya, baik untuk kebutuhan yang bermanfaat hingga untuk kejahatan. Tidak heran jika pengaruh gawai ini bisa mempengaruhi mahasiswa juga. Salah satunya adalah bentuk kenakalan, yang dimana kenakalan itu sendiri merupakan sebuah bentuk penyimpangan akhlak.
Menurut salah satu  narasumber yaitu seorang mahasiswa Universitas Brawijaya, sebagai mahasiswa penggunaan gawai ini sangatlah penting, baik untuk mencari informasi di internet, refreshing, dan untuk membantu mengerjakan tugas perkuliahan. "Wah karena aku seorang mahasiswa ya, tentu lumayan sering dan cukup lama ya menggunakan gadget, baik untuk googling, refreshing dan terutama mengerjakan tugas kuliah" ucapnya, untuk pengaruh gadget terhadap kenakalan pada ruang lingkup mahasiswa tentu dapat terjadi bila seseorang tidak pandai mengatur waktu, terjerumus dalam konten tidak yang tidak baik, menyebarkan berita yang tidak benar. "Kalau menurut aku si tergantung untuk apa gadget tersebut digunakan. Kalau digunakan untuk mengerjakan tugas, mencari informasi, mempelajari sesuatu, tentu itu menjadi hal yang positif dari sebuah gadget. Tapi kalau gadget digunakan untuk bermain game yang berlebihan, mencari hal yang tidak bermanfaat, atau untuk menyebar berita hoax itu menjadi sesuatu yang negatif," ujarnya.
Mahasiswa saat ini memang hampir tidak bisa lepas dari gawai ini, mereka dapat mengakses berbagai hal hanya dengan satu benda ini saja, rata - rata penggunaan gawai sekitar 1-7 jam per hari. Meskipun ada juga kurang dari itu, namun mereka mengetahui bahwa penggunaan gawai ini jika secara berlebihan dapat memberikan dampak yang negatif, salah satunya yaitu bentuk kenakalan. Hal ini tentu merupakan bentuk penyimpangan akhlak, seperti banyaknya penyebaran porno grafi, tindakan tidak senonoh, hingga pembunuhan. Untuk itu perlu adanya upaya untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan membuat komunitas yang dapat menyediakan bimbingan untuk mengurangi dampak negatif gawai, melakukan aktivitas di luar ruangan sehingga dapat mengurangi penggunaan gawai, mengatur skala prioritas dan manajemen emosi, dapat memilah media sosial yang dapat membawa kita ke arah yang benar.
Pandangan ini semua dapat memberikan kita kesadaran bahwa kenakalan yang disebabkan oleh gawai itu dapat terjadi jika kita menggunakannya secara berlebihan dan tidak mengetahui batasan, para mahasiswa yang sudah berpendapat atau yang mengisi kuesioner, memberikan pandangan mereka yang dapat memberikan kesadaran untuk kita semua tidak hanya mahasiswa namun diharapkan semua masyarakat juga ikut tersadar pentingnya membatasi penggunaan gawai, kuatkan keimanan kita, dan juga memberikan pendidikan mengenai penggunaan gawai atau gadget ini secara bijak.
Keseimbangan Penggunaan Gawai dan Peran Orang Tua dalam Mengatasi Kenakalan Remaja
Penggunaan gawai di kalangan remaja telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sementara gawai menawarkan berbagai manfaat, seperti akses informasi yang mudah dan sarana komunikasi yang cepat, dampaknya terhadap perilaku dan kenakalan remaja tidak bisa diabaikan. Kecanduan gawai, kurangnya pengawasan orang tua, serta paparan terhadap konten yang tidak pantas adalah beberapa faktor yang dapat mendorong remaja menuju perilaku yang menyimpang.
Namun, penting untuk diingat bahwa gawai itu sendiri bukanlah penyebab utama kenakalan remaja, melainkan bagaimana gawai tersebut digunakan. Edukasi yang tepat, pengawasan yang bijak, serta komunikasi terbuka antara orang tua dan anak adalah kunci untuk memanfaatkan teknologi secara positif. Orang tua harus aktif dalam mengawasi dan membimbing penggunaan gawai,
Artinya: (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, "Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar." sementara sekolah dan lingkungan sosial perlu mendukung perkembangan karakter dan nilai-nilai positif pada remaja.
Dengan demikian, pendekatan yang holistik dan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalkan pengaruh negatif gawai dan mendorong remaja menuju perkembangan yang sehat dan positif. Teknologi harus dilihat sebagai alat yang mendukung pembelajaran dan kreativitas, bukan sebagai penghalang bagi perkembangan moral dan sosial mereka.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H