Di bulan kedelapan, penghasilan gak ada dan nyari kerja lagi susah-susahnya. Ujang bingung tujuh keliling untuk membayar angsuran yang semakin di depan semakin sakit hati, bingung mau cari uang kemana, pusing kebutuhan banyak tapi penghasilan nihil dan gaya Ujang terhenti di bulan ini. Sepatu seharga 638 ribu rupiah Ia tukar dengan beras yang cukup untuk 7 hari makan. Begitupun untuk barang-barang lainnya yang Ia beli dan dianggap berlebih Ujang menjualnya dengan harga miring untuk mempercepat diperolehnya pundi-pundi uang tersebut. Gak papa lah mati gaya asalkan jangan mati rasa, melihat adik dan keluarga perutnya keroncongan itu dan gak bisa berbuat sesuatu benar-benar mencederai batin Ujang.
Dan di akhir perbincangan saya dengan Ujang, Ia meminta agar pesan singkatnya saya sampaikan di thread kali ini, berikut pesan Ujang:
- Menabung itu penting, pepatah mengatakan sedikit demi sedikit bisa menjadi bukit.
- Bergaya itu tak salah, yang salah itu banyak gaya dan banyak salah, ya iya atuh salah kan salah. Jadinya kan banyak salah, salah tuh.
- Memang benar jodoh itu di tangan Tuhan, lewat perjodohan orang tua.
- Manfaatkan masa luangmu sebelum datang masa sempitmu.
- Jual apa aja yang penting keluarga makan asal halal. Jual jasa, jual barang atau jual apa aja deh yang penting jangan perut ribut cepat keriput.
Oke makasih yah telah membaca dengan saksama thread curahan hati Ujang sampai akhir.
"Hatur nuhun pisan dulur"
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H