Lahan basah adalah suatu lahan yang digenangi air baik bersifat permanen maupun musiman. Contoh lahan basah antara lain: Lahan gambut, rawa-rawa, bakau, sungai, sawah dan lain – lain.
Jejangkit Timur merupakan suatu desa yang berada di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan selatan. Desa Jejangkit Timur dapat ditempuh dengan jarak sekitar 40 km atau sekitar 1 setengah jam perjalanan dari Ibu Kota Banjarmasin.
Pemanfaatan Lingkungan Lahan Basah di desa ini telah menjadi penghidupan bahkan sumber ekonomi bagi masyarakat setempat. Menurut penduduk di desa Jejangkit Timur, mayoritas kegiatan yang dilakukan oleh penduduk ialah bertani, berkebun, dan lain sebagainya.
Berikut kegiatan pemanfaatan Lingkungan Lahan Basah di Desa Jejangkit Timur:
AREA PERSAWAHAN
Saat mengunjungi desa ini, di sepanjang jalan Desa Jejangkit akan disuguhkan oleh pesona alam yang masih asri berupa hamparan sawah ditambah dengan hembusan angin yang menyejukkan, kicauan burung dan suara alam menjadi daya tarik tersendiri terhadap desa ini.
POHON KELAPA SAWIT
Selain bertani, menanaman dan memanen kelapa sawit menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Jejangkit dalam kehidupan sehari – hari. Perlu waktu sekitar dua tahun setelah menanam pohon kelapa sawit agar pohon kelapa sawit dapat menghasilkan buah. Buah kelapa sawit akan di panen kemudian dijual kepada pengepul sawit.
PEMANFAATAN POHON GALAM
Pohon galam ialah jenis pohon yang tumbuh subur di lahan rawa. Pohon galam sangat dimanfaatkan oleh penduduk Desa Jejangkit Timur, karena banyaknya lahan yang sangat mendukung untuk tumbuh dan berkembangnya pohon galam.
Pohon galam yang tumbuh dipotong kemudian di jemur agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan kayu bakar, baik untuk digunakan secara pribadi ataupun dijual. Selain dimanfaatkan untuk dijadikan kayu bakar, pohon galam juga dimanfaatkan untuk hal – hal lain seperti bahan bangunan, tiang pancang, dan lain sebagainya.
PENGGUNAAN PERAHU DI AREA SUNGAI
Di Desa Jejangkit, penggunaan perahu  pada area sungai masih sangat dimanfaatkan oleh penduduk setempat. Perahu digunakan untuk berpergian atau mengangkut hasil potongan kayu galam agar dapat di perjual belikan.
JEMBATAN DESA
Selain menjadi penghubung jalan, masyarakat setempat juga senang memancing ikan di sekitar jembatan desa pada sore hari sembari menunggu matahari tenggelam.
WISATA JEJANGKIT ECOPARK
Saat mengunjungi desa Jejangkit rasanya masih terasa kurang bila tidak mengunjungi wisata yang sedang hangat – hangat nya menjadi bahan perbincangan. Jejangkit Ecopark, destinasi ini mulai diperkenalkan pada masyarakat sejak 3 November 2022,  dan menjadi destinasi wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H