3. Pembentukan: Minyak yang sudah dicampur minyak atsiri kemudian dituangkan ke dalam cetakan lilin yang dilengkapi sumbu. Setelah dingin dan mengeras, lilin aromaterapi siap digunakan. Lilin ini selain memberikan wangi yang harum, juga efektif mengurangi limbah minyak jelantah.
Antusiasme dan Pengaruh Positif
Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga Desa Toleh. Para peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas ilmu baru yang diperoleh, yang tidak hanya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, namun juga memberikan tambahan potensi ekonomi melalui produksi produk-produk ramah lingkungan.
Warga yang tadinya tidak menyadari potensi daun sirih dan minyak jelantah kini punya wawasan baru bagaimana memanfaatkannya. Bahkan banyak peserta yang menyatakan minatnya untuk memulai usaha kecil-kecilan dengan menjual produk pembersih tangan buatan sendiri dan lilin aromaterapi.
Mahasiswa KKN Giat 9 UNNES berharap melalui sosialisasi ini masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan dan lingkungan serta mampu memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Mereka juga berencana melanjutkan program serupa di bidang lain sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas lain untuk menerapkan inovasi serupa yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H