Saat kita masih kecil, kita sudah diperkenalkan dengan uang. Apa fungsi uang? Berapa nominal uang? Bagaimana cara menggunakan uang? Bahkan banyak orang yang telah diajarkan oleh orang tuanya agar menyisihkan uang sakunya untuk ditabung. Beberapa anak juga telah diajarkan untuk berhemat dan menggunakan uangnya dengan lebih baik. Hal ini berarti orang tua sudah mengajarkan anaknya untuk mengelola keuangan sejak dini agar ketika ia dewasa nanti, tidak menjadi pribadi yang boros.
Namun tak sedikit juga orang yang belum paham tentang bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik hingga baru terasa saat kita telah menjadi seorang mahasiswa, di mana pendidikan akhir tersebut menjadi transisi seorang remaja yang memasuki usia dewasa. Saat menjadi mahasiswa dan merantau hingga lepas dari pengawasan orang tua, kita dituntut untuk bisa mengelola semuanya secara mandiri termasuk mengelola keuangan. Tak jarang seorang mahasiswa mengeluh uangnya selalu tiba-tiba tersisa sedikit ketika memasuki akhir bulan.
Walaupun beberapa orang telah diajarkan untuk berhemat dan menggunakan uangnya dengan baik, namun saat dewasa kita akan menyadari bahwa ternyata kebutuhan menjadi semakin banyak dan tak jarang keinginan pun demikian, sehingga kita jadi susah untuk membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan hingga seringkali kita tidak memprioritaskan kebutuhan dan hanya menuruti keinginan saja. Saat inilah kita akan mengetahui pentingnya mengelola uang yang kita miliki dengan lebih bijaksana. Lalu, bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik terutama bagi mahasiswa?
1. Membuat skala prioritas
Tentu saja hal yang pertama kali kita lakukan untuk mengelola keuangan adalah dengan menyusun skala prioritas. Kita harus menentukan apa saja yang menjadi kebutuhan dan keinginan kita kemudian mencatatnya. Misalkan kebutuhan kita sebagai seorang mahasiswa sehari-hari adalah uang makan, galon, transportasi, kuota data, dan lain-lain sesuaikan saja dengan kebutuhan. Lalu keinginan kita adalah bisa pergi healing setiap weekend atau membeli makanan atau snack yang kita inginkan dan lain sebagainya. Ketika menyusun kala prioritas, dahulukan hal-hal yang mendesak dan memang menjadi kebutuhan kita, misalnya kebutuhan makan.
2. Menyusun anggaran
Setelah membuat skala prioritas kita harus mencatat anggaran yaitu mencatat berapa jumlah uang yang masuk dan keluar. Hal yang kerapkali membuat kita kebingungan saat uang tiba-tiba hanya tersisa sedikit saat akhir bulan adalah karena kita tidak menyusun anggaran pemasukan dan pengeluaran sehingga kita tidak tahu apakah uang tersebut sudah sesuai dengan skala prioritas atau tidak.
Catat apa saja kebutuhanmu kemudian tentukan berapa perkiraan uang yang akan dikeluarkan untuk hal tersebut. Misalkan untuk biaya transportasi sehari kamu mengeluarkan uang sebesar Rp2000 maka dalam sebulan kamu membutuhkan sekitar Rp60.000. Lakukan perhitungan yang sama pada kebutuhanmu yang lain, pada akhirnya akan diketahui berapa jumlah pengeluaran yang kamu butuhkan selama satu bulan.
3. Menabung
Setelah mengetahui dan mencatat anggaran-anggaran mengenai kebutuhan, jangan lupa untuk menyisihkan uang untuk disimpan sebagai tabungan. Tidak perlu memaksa untuk menargetkan angka pada tabungan, lakukan saja semampunya asalkan bisa konsisten dan jangan memecah tabungan hanya untuk jajan atau bersenang-senang.
4. Dana darurat
Untuk menghindari tabungan yang pecah karena digunakan untuk kebutuhan mendadak yang tidak bia diperkirakan sebelumnya, maka sisihkan juga uang untuk dana darurat yang  dapat digunakan sewaktu-waktu jika ada kebutuhan mendesak.
5. Investasi
Melakukan investasi sedini mungkin akan menghasilkan lebih banyak dikemudian hari. Investasi tidak harus menunggu masa tua, namun kita mahasiswa juga bisa berinvestasi dan tidak perlu mengeluarkan nominal yang besar karena saat ini telah tersedia investasi yang bisa dilakukan dengan nominal kecil bahkan ada yang mulai dari Rp10.000, jadi mahasiswa kaum low budget pun tetap bisa berinvestasi.
6. Menggunakan uang dengan bijak
Maksudnya adalah kita harus bisa berhemat dan jangan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Jika kita memiliki sisa uang dari anggaran yang sudah ditentukan, maka boleh membelanjakan uang tersebut untuk bersenang-senang asalkan kita tetap menentukan batasan mengenai berapa jumlah uang yang kita keluarkan untuk hal tersebut agar tidak berlebihan.
Untuk dapat melaksanakan semua hal di atas, tentu akan menjadi hal yang tidak mudah karena kita harus menahan pengeluaran yang berlebihan padahal sebenarnya kita menginginkannya untuk kesenangan. Untuk itu, hal yang perlu dilakukan adalah terus konsisten hingga semua hal di atas bisa menjadi kebiasaan sehingga menahan sesuatu yang tidak seharusnya dibeli menjadi hal yang tidak lagi sulit untuk dilakukan. Semangat!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI