Jam menunjukkan pukul delapan pagi. Namun, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari sudah bergegas memacu kendaraannya dari kediaman menuju rumah salah seorang anak yang menderita hidrosefalus.Â
Bersama suami, Supriyadi Karima Syaiful, wali kota menyusuri jalan protokol yang ramai pada jam berangkat kerja, hingga memasuki sebuah pemukiman padat penduduk di pinggiran kota. Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Jawa Timur.
Rizky Aditya Pradana, yang tengah duduk di kursi roda, sudah tak sabar menanti kehadiran wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini. Sesaat ketika terdengar suara vepas memasuki halaman rumahnya, ia pun terperanjat bahagia.
Senyum dari wajahnya, tak pernah lepas. Mengisyaratkan bahwa ia sangat bahagia telah dikunjungi oleh ibunya arek Mojokerto Kota. Tak banyak kata yang diungkapkan bocah sembilan tahun ini. Namun, ekspresi bahagia begitu kentara ketika ia mendapatkan hadiah.
Ya, hadiah pertamanya berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis dari Ning Ita (sapaan akrab wali kota). "Hore, tas," kata Rizky bahagia, Jumat (5/11/2021).
"Wah, iya tas baru. Ini tas Rizky untuk sekolah nanti ya. Ini juga ada buku sama pensil warna buat menggambar," sahut Ning Ita
Rupanya Rizky memendam keinginannya bersekolah karena kondisi perekonomian keluarga. Ahmad Tohari, ayahnya, hanyalah seorang pemungut sampah dan barang rongsokan. Sedangkan Indrawati, ibunya, tidak bekerja.
"Sebenarnya ingin sekolah, tapi terkendala biaya dan antar jemput. Karena kami (orangtua) tidak bisa mengendarai motor dan mengalami rabun mata," kata Indrawati, ibunya.
Tidak hanya tas sekolah dan perlengkapan alat tulis, anak ketiga dari tiga bersaudara ini juga mendapatkan susu formula dan vitamin dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB).
Serta bantuan sembako dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto. "Rizky suka susu," celetuk Rizky.
Rizky yang sejak lahir menderita hidrosefalus, juga mendapatkan hadiah dari teman-teman Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kids Mojokerto. Mereka ini, perwakilan pelajar dari MI Nurul Huda 1 dan MI Nurul Huda 2, yang menyerah bantuan uang tunai infaq dari para siswa.
Sebelum berpamitan, Wali Kota Ning Ita menitipkan pesan penyemangat kepada Rizky agar tidak putus asa, meskipun memiliki keterbatasan. Sebab, Rizky adalah salah satu generasi Kota Mojokerto yang memiliki hak sama dalam pembangunan daerah.
"Rizky ini memiliki hak untuk pendidikan yang sama, insyaallah kami akan bantu sekolahkan di SLB. Dan alhamdulillah hari ini, saya mengunjungi Rizky tidak sendirian, tetapi ditemani juga sama teman-teman dari UPZ Kids Mojokerto. Mereka ini, kami ajak bergerak dalam bidang sosial pada program Jumat Berkah," kata Ning Ita. (*)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H