Sungailiat - Bupati Bangka Tarmizi Saat merupakan alumni Sekolah Tinggi Perkebunan (Stiper) Yogyakarta, mengundang sebanyak 25 orang alumni Stiper angkatan tahun 1983 untuk melakukan kunjungan ke Kabupaten Bangka.
Selama empat hari di kabupaten Bangka, 25 – 28 Maret 2017 para alumni mengunjungi destinasi wisata serta  aktifitas pertanian di kabupaten Bangka.
Bupati Tarmizi Saat mengharapkan kunjungan alumni Stiper Yogyakarta ke kabupaten Bangka dapat memperkenalkan kawasan wisata yang ada di kabupaten Bangka, sehingga nantinya dapat mempromosikan pariwisata kabupaten Bangka di daerah asalnya masing – masing.
Disamping itu Bupati ingin memperkenalkan kepada para alumni Stiper Yogyakarta tentang potensi pertanian, sesuai dengan misi Pemerintah Kabupaten Bangka dibawa kepemimpinanya bersama wakil Bupati Bangka Rustamsyah dalam mewujudkan pertanian yang tangguh.
Para alumni Stiper yang bermalam di hotel Tanjung Pesona Sungailiat didampingi Bupati Bangka Tarmizi Saat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman serta Kabag Humas dan Protokol Setda Bangka Boy Yandra, Minggu (28/3) mengawali kunjungan melihat agro wisata di Tanjung Pesona.
Di Agro wisata para alumni melihat berbagai jenis tanaman buah – buahan seperti Buah Naga, Cempedak, Nangka, Durian dan berbagai jenis buah – buahan lainnya.
Dilanjutkan perjalanan yakni menikmati Kopi di warung Kopi Kuday, setelah itu menuju Sinar Baru untuk melihat perkebunan Lada milik masyarakat.
Kesempatan itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman menjelaskan, tentang kodisi perkebunan lada di kabupaten Bangka yang saat ini terdapat sekitar 6000 hektar.
Dijelaskannya, kendala yang dihadapi petani lada di kabupaten Bangka yakni penyakit kuning, namun terus dilakukan upaya pencegahan diantaranya dengan mengajak para petani menggunakan pupuk organik.
Para alumni Stiper memanfaatkan kesempatan itu dengan melakukan tanya jawab seputar lada, yang dijawab langsung Kepala Dinas Pertanian kabupaten Bangka.
Para Alumni juga melakukan penanaman Padi dilokasi tersebut bersama dengan Bupati Bangka, anggota TNI dan petani setempat.
Dalam dialog antara para petani, alumni Stiper Yogyakarta dan kepala dinas Pertanian, Bupati Bangka Tarmizi Saat menjelaskan, para petani yang ingin mengembangkan bercocok tanam ubi Kasesa dapat mengajukan kredit di Bank untuk mendapatkan dana modal sebesar Rp16 juta per/hektar melalui program Kebun Singkong Rakyat (KSR).
Program cetak Sawa di kabupaten Bangka juga bekerjasama dengan TNI, menurut Tarmizi dengan bantuan TNI dapat mencetak sawah yang banyak hingga 2200 hektar di kabupaten Bangka.
Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kemas Arfani. Untuk mengajukan bantuan modal dalam program KSR melalui Bank harus memiliki kelompok tani yang mengajukan permohonan kredit, kemudian bank akan memferipikasi untuk melihat identitas yang mengajukan proposal ke bank seperti KTP, Kartu keluarga, apa benar yang bersangkutan merupakan warga kabupaten Bangka.
Terkait dengan keinginan petani mendapatkan bantuan irigasi, Alumni Stripet Lulu yang bertugas di Kementerian Pertanian menjelaskan, di Kementerian Pertanian terdapat bantuan pembuatan irigasi pertanian, perpompaan, asuransi pertanian untuk petani padi dan peternak sapi, namun saat ini alokasinya sudah berjalan untuk tahun 2017.
Untuk itu disarankan mengajukan proposal ke Kementerian pertanian guna diprogramkan pada tahun berikutnya.
Rangkaian kunjungan Alumni Stiper yogyakarta angkatan tahun 1983 di kabupaten Bangka dilanjutkan mengunjungi sejumlah obyek wisata.(Rustian/Press Release)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H