"Ratri!"
Dipanggilnya perempuan itu berkali kali, langkah Ratri tetap sama, setengah berlari. Sulit baginya melihat lelaki yang telah dicintainya bertahun tahun tengah berpelukan dengan mantan kekasihnya.
“Ratri. Tunggu! Aku bisa jelaskan!”
Ratri mendadak menghentikan langkahnya, kejaran pria itu berhenti di titik temu. Nafasnya memburu
"Jelaskan Rangga! Jelaskan!”
Rangga terdiam. Ia tak menyangka Ratri akan berhenti setelah ia mengucapkan kalimat yang ia tau hanya sekedar basa basi, khas upaya lelaki manapun untuk menghentikan rajuk perempuannya.
Jeda hingga semenit lamanya membuat isak Ratri kian menganak
“Apa penjelasanmu? Rangga? Apa?!”Suaranya meninggi
“Aku yang mencintaimu tanpa keluh, dengan penuh! Sementara kamu hanya bisa menjanjikan upaya, usaha, janji untuk mencoba tapi mana?! Perempuan itu datang kembali dalam hidupmu dan yang kau lakukan untuk menghargaiku adalah dengan kembali padanya?”
Nafasnya terengah, airmata mengaburkan pandangannya
“Bodohnya aku, aku membuat diriku sendiri berada dalam delusi bahwa kamu sedang berupaya mencintaiku. Membalas perasaanku!”