[caption caption="Sumber: detik.com/ahmad Masaul Khoiri"][/caption]Mesin otomatis Vending Machine (VM) sebenarnya bukanlah barang baru di negara-negara maju. Kehadiran mesin penjual otomatis yang biasanya melayani pembelian kebutuhan consumer goods seperti air minum kemasan, makanan ringan, rokok dan lain lain sudah mulai diproduksi sejak tahun 1883 di negerinya Pangeran Charles.
Mesin penjual otomatis ini dibuat untuk memudahkan pembeli dan penjual sekaligus. Untuk si pembeli tinggal masukan uang (koin) lalu pilih jenis barang yang dipajang. Untuk si penjual tak perlu membayar petugas yang harus melayani pembeli. Mesin biasanya diletakan di lokasi strategis yang banyak orang lalu lalang. Bisa bersiaga selama 24 jam penuh selagi tersedia tenaga listrik.
PT KCJ sebagai operator commuter line juga sudah menyiapkan vending machine dibeberapa stasiun terpilih. Mesin otomatis ini memang ber-body bongsor dengan kelir berwarna merah. Commuter Line Vending Machine alias C-VIM diperkenalkan pertama kali pada hari Minggu,27/12/2015 di stasiun Kota.
Dalam acara comunitty gathering KCJ pada Sabtu, 30 Januari lalu saya mendapatkan info vending machine KCJ dari Direktur teknik KCJ, Jhon Roberto bahwa perangkat vending machine buatan anak bangsa. Di produksi di dalam negeri. Hanya beberapa modul yang didatangkan dari luar negeri.
Saya tentunya salut dan hormat dengan kecepatan PT KCJ mengantispasi kemajuan teknologi dalam hal pelayanan. Vending machine yang disediakan pihak KCJ dimaksudkan untuk memudahkan pengguna commuter line.
Walau pada saat ini, karena masih dalam proses sosialisasi terlihat antrian panjang calon penumpang. Saya sendiri merasakannya kemarin (18/02/16) di stasiun Palmerah. Karena harus antri membeli tiket harian berjamin (THB) saya akhirnya ketinggalan commuter line tujuan Maja dan harus menunggu kembali selama satu jam lagi.
Menjajal Vending Machine KCJ
Walau sudah diperkenalkan sejak akhir Desember tahun lalu saya secara pribadi baru mencoba mesin canggih ini kemarin. Sebenarnya mesin ini sangat mudah digunakan bila dihitung tak sampai 1 menit transaksi membeli tiket THB terlayani. Mesin ini dapat mengembalikan uang, tak perlu uang pas walau disarankan menggunakan uang pas agar transaksi lebih cepat dan mengurangi antrian penumpang di belakang.
Mesin C-VIM dirancang untuk top-up KMT, pembelian THB, refund THB. Walau kemarin mesin C-VIM tidak bisa melakukan re-fund. Saya harus ke loket untuk refund tiket THB setelah menerima uang refund baru saya antri di mesin C-VIM. Ada dua mesin C-VIM yang ditempatkan tepat didepan loket. Dua orang petugas KCJ berada disamping mesin untuk membantu calon penumpang menggunakan mesin C-VIM .
Ketika giliran saya tiba. Saya langsung beraksi, padahal diam-diam saya sudah mencontek penumpang sebelum saya. Jadi saya terlihat sudah lebih tahu (he he he). Berikut caranya:
- Untuk membeli THB , pilih tombol “pembelian baru”
- Tentukan jumlah pembelian (unit kartu), mesin C-VIM dapat membeli THB lebih dari satu kartu dengan tujuan yang sama. Tapi sayangnya C-VIM belum bisa melayani pembelian KMT.
- Lalu pilih “tujuan” (jangan sampai salah memilih tujuan apalagi tak punya tujuan ‘hidup’)
- Tap pilihan “proses” (selama proses terjadi seluruh jumlah uang akan tertera pada layar LCD)
- Masukkan uang pada bagian penerimaan uang. Uang yang digunakan uang kertas, jangan sekali kali mencoba menggunakan uang palsu. Mesin C-VIM dapat membedakan uang palsu dan uang asli. Kalau tidak percaya coba saja, resiko tanggung sendiri.
- Tunggu uang kembalian bila anda membayar lebih (jangan sekali kali berharap mesin C-VIM salah membaca uang dan mengembalikan uang anda lebih banyak)
- Tunggu kartu THB keluar dari tempatnya.
- Semua transaksi selesai. (periksa kembali tiket dan uang kembalian anda) Sayang mesin ini nampaknya tidak mencetak struk pembelian.
Penggunaan mesin C-VIM akan diperluas hingga memenuhi target KCJ pada tahun 2016 ini. Sasarannya memang masih stasiun yang load penumpangnya tinggi. Tapi tidak menutup kemungkinan mesin C-VIM digunakan di seluruh stasiun yang melayani commuter line.