Mohon tunggu...
Rullysyah
Rullysyah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

Belajar dan Berbagi

Selanjutnya

Tutup

Politik

Tahun 2024 Jokowi Akan Mendirikan Partai?

13 Juni 2022   05:07 Diperbarui: 13 Juni 2022   07:04 468
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ada yang aneh atau tepatnya ada pertanyaan besar di benak saya ketika membaca berita tanggal 11 Juni 2022 tentang pertemuan Jokowi dengan salah satu kelompok relawan Jokowi yang dikenal sebagai Relawan  Tim 7   

Kita semua tahu bahwa tahun 2024 Jokowi sudah tidak bertanding lagi di Pilpres, jadi untuk apa lagi Jokowi  harus megumpulkan relawannya dan membulatkan tekad bahwa Relawan Tim 7 akan tetap setia bersama Jokowi di tahun 2024?

Kilas balik sejenak di tahun 2014.

Saya adalah mantan pendukung Jokowi  Die Hard Independen di tahun 2012 hingga 2015. Jejak digital saya ada dimana-mana baik saat menyuarakan dukungan pada Jokowi di Pilgub DKI 2012 hingga di Pilpres 2014.  Begitu juga saat tahun 2015 ketika Jokowi "digebukin rame-rame" oleh PDIP, JK dan Koalisi PDIP gara-gara tidak mau melantik Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri (Kasus Cicak Vs Buaya Jilid 3). Saat itu saya masih menyuarakan dukungan pada Jokowi dan berharap dia kuat bertahan terhadap gempuran dan tekanan PDIP beserta koalisinya.

 Sayangnya Jokowi akhirnya  tidak berdaya dengan tekanan-tekanan itu.  Dan setelah Kasus Cicak Vs Buaya jilid 3 selesai dibawa angin (Tidak jelas seperti apa penyelesaiannya), Lambat laun sejak tahun 2016 saya melihat Jokowi sudah berubah menjadi seorang Politisi yang sama dengan yang lain.  Sudah bukan sosok yang istimewa lagi. Stylenya sudah sama dengan  style Poltisi yang selalu mencari posisi aman, tidak pernah memegang komitmen dan  terlihat nafsu berkuasanya.

Di tahun 2014 sewaktu saya masih mengagumi sosok Jokowi, karena saya sebenarnya kurang suka PDIP, waktu itu saya pernah berharap Jokowi keluar dari PDIP dan pindah ke partai yang lain. Atau mungkin mendirikan partai sendiri seperti SBY.  Saya yakin banyak orang (pengagum-pengagum Jokowi)  yang berpikiran sama seperti  itu.

Bedanya saya  saat ini sudah tidak lagi berpikir kesana. Tapi bisa jadi mereka-mereka yang masih mengagumi Jokowi,  mereka-mereka yang  menjadi  Relawan Jokowi dan sempat merasakan manisnya imbalan yang didapat dari hal tersebut, bisa  dipastikan punya pemikiran ke depan bahwa Jokowi HARUS  mendirikan Partai sendiri sehingga tidak lagi dikendalikan oleh PDIP.

Di sisi lain saat ini anak sulung Jokowi dan menantunya sudah benar-benar terjun ke dunia politik.  Jadi merupakan hal yang cukup wajar bagi seorang Politisi seperti Jokowi  bila mencoba  membesarkan jaringan link-link  poltiknya yang bisa dikontrol sepenuhnya  olehnya. Apalagi di daerah-daerah seperti NTT, Papua, Manado dan Tapanuli, banyak sekali rakyat yang masih menyukainya. Tidak ada salahnya hal tersebut dimanfaatkan. 

Sebenarnya  jauh hari sebelum Anak Menantu Jokowi ikut Pilkada atau kurang lebih pada saat Pilpres 2019, saya sudah menganalisa  suatu saat ke depan Jokowi akan keluar dari PDIP dan mendirikan partai sendiri  di atas tahun 2026 ( 2 tahun setelah berhenti jadi Presiden).

Akan tetapi  bila melihat merenggangnya hubungan Jokowi dengan Megawati dalam beberapa bulan terakhir, dan bila menganalisa pertemuan Jokowi dengan Relawan 7, saya menduga di tahun 2024 nanti akan ada Ormas Baru berdiri yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok relawan Jokowi. 

Entah nama ormasnya  apa atau komunitasnya  tapi yang jelas  meski dalam susunan kepengurusannya tidak tercantum nama keluarga Jokowi ,  dari nama-nama relawan  yang ada, public sudah bisa menebak   ormas itu dikendalikan oleh siapa.

Kurang lebih mirip dengan cara berdirinya  partai Nasdem. Bentuk dulu formatnya, bentuk dulu sayap-sayap organisasi hingga beberapa waktu kemudian berubahlah nama ormasnya menjadi  sebuah Partai. Setelah jadi partai barulah  di dalam kepengurusannya  mungkin akan ada nama  seperti  Kaesang Pangarep  atau ada nama Opung Luhut Panjaitan.

Kalau benar ini yang akan terjadi, maka saya pastikan Ormas Baru ini akan bermanuver kencang  di Pilpres 2024,  menyuarakan dukungan pada Capres  A dan mati-matian memperjuangkan Capres A agar bisa  memenangkan Pilpres 2024. Suara ormas itu adalah suara dukungan Jokowi pada Capres A.

Dan tentu saja bila A  menang dan dilantik menjadi Presiden 2024-2029,  Ormas baru ini berubah menjadi  sebuah partai yang dipastikan  akan bergabung dengan koalisi partai pendukung  Presiden A di  tahun 2025 dan mungkin menempatkan  Kaesang Pengarep sebagai Menteri Kuliner dan Pariwisata, siapa tahu.

KALAU SAJA SAYA SEORANG POLITISI,  dan berada di posisi Jokowi, tentu saya akan melakuan manuver seperti analisa diatas.  Istilah politiknya, memanfaatkan momen  mumpung masih dalam posisi di lingkaran kekuasaan  sehingga  nanti di pemerintahan mendatang bisa tetap eksis. 

Sayangnya saya bukan Politisi melainkan hanya seorang blogger. Jadi hanya bisa menduga-duga saja. Hehehe.

sumber gambar :

https://news.detik.com/berita/d-6122072/jokowi-ke-relawan-soal-2024-tunggu-momentum-tepat-ojo-dumeh

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun