Bagi penggemar musik Indonesia yang suka baper dengan lagu bertema patah hati, for Revenge (fR) bisa menjadi jawabannya. Band asal Bandung ini seolah ditakdirkan menjadi juru bicara kaum patah hati, merangkai emosi pahit menjadi lagu-lagu yang relatable dan easy listening.
Saya akan mengajak kamu menyelami pendekatan unik mereka dalam merepresentasikan tema universal ini.
Lirik yang mencerminkan curahan emosi
Dalam hal lirik, mereka menggambarkan perasaan patah hati dengan kata-kata yang puitis namun menusuk. Lagu mereka seperti cerminan akan curahan emosi yang selama ini mungkin terpendam, entah itu kemarahan, kesedihan, kekecewaan, atau perasaan tak berdaya.
Vokalisnya, Boniex, memiliki kemampuan menyampaikan lirik dengan penuh penjiwaan, membuat pendengarnya seolah ikut merasakan sakit yang ia nyanyikan.
Makanya tak heran jika di konser fR, kamu akan melihat banyak air mata mengalir deras. Lirik-lirik fR yang menyentuh hati mampu membangkitkan berbagai emosi, dari kesedihan yang mendalam hingga rasa terharu dan lega.Â
Penonton tak malu untuk menangis bersama. Apalagi di bagian chorus lagu "Serana" yang biasa dijadikan lagu penutup ketika konser.Â
Beritahu aku cara melupakanmu
Seperti kau ajarkan ku dewasa
Beritahu aku cara merelakanmu
Seperti kau ajarkan ku bahagia
Aransemen yang catchy
fR juga piawai dalam membungkus emosi tersebut dalam aransemen musik yang catchy dan variatif. Di satu lagu berjudul "Ada Selamanya", yang dibawakan bersama Fiersa Besari, kamu bisa dibawa hanyut dalam balada melankolis dengan petikan gitar akustik yang syahdu.
Sementara di lagu lainnya yang berjudul "Jentaka" justru menghentak dengan riff distorsi dan hentakan drum yang memicu adrenalin. fR paham betul bagaimana menggunakan musik untuk memperkuat pesan yang ingin mereka sampaikan.