Tak banyak orang yang mengambil jalan yang saat ini sedang aku kerjakan.
Ini memang sebuah pilihan.
Tapi aku yakin bahwa inilah skenario Tuhan yang telah Dia rencanakan.
Aku yakin.
Bahwa di luar sana ada seseorang yang setia tetap menjaga hatinya untukku sebelum kata halal itu datang menjemput.
Karena setiap yang terjaga pasti hanya untuk yang benar-benar menjaga.
Rasa suka atau mengagumi seseorang karena agamanya, karena cinta kepadaNya, karena akhlak dan budi pekertinya, itu adalah hal yang wajar dimilik setiap manusia karena itu semua adalah fitrah setiap insan yang bernyawa.
Namun terkadang cinta dan suka kepada sesorang yang telah Allah berikan itu juga dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa.
Disaat nafsu dan hasrat sudah tidak bisa dikendalikan, maka tak hanya satu atau dua orang yang mengambil jalur PACARAN untuk dapat mengenal setiap satu kesatuan.
Semoga Allah memberikan sebuah ujian dan cobaan ini kepadaku, semata-mata hanyalah sebuah proses untuk diriku meningkatkan rasa kesabaran dan keimananku.
Akankah dia mampu melewati kesendirian tanpa kemakisiatan.
Akankah dia mampu menjaga hatinya hanya untukku sebelum kalimat AKAD terucap.
Dan akankah dia mampu menjaga hati dan mata kepada wanita lain, dan selalu menundukkan pandangan dari segala hal yang diharmkan oleh Allah.
Jodoh adalah cerminan diri kita.
Tiggal bagaimana caranya kita menetukannya.
Menginginkan dan bertahan hanya untuk seorang pasangan yang sudah Allah tetapkan atau menuruti hawa nafsu dengan melampiaskannya lewat PACARAN.
Sendiri atau berdua sebenarnya tugas kita sama.
Tugas kita hanyalah untuk beribadah kepada Allah.
Jadi jangan terlalu gelisah untuk memikirkan siapa jodoh kita, karena Allah sudah menyiapkannya untuk kita.
Entah di dunia atau di syurga Allah akan mempertemukannya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI