Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... Lainnya - dibuang sayang

Ngopi dulu ☕

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Banyak yang Jadi Pejabat, Ini Kisah Kehidupan Keturunan Jawa di Kaledonia Baru

2 April 2021   10:05 Diperbarui: 2 April 2021   10:23 18602
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Orang-orang keturunan Jawa di Kaledonia Baru (merdeka.com)


Apakah orang-orang Indonesia yang bermukim di Kaledonia Baru masih cinta dan menaruh kerinduan terhadap tanah airnya?

Orang-orang keturunan Indonesia yang bermukim di New Caledonia, wilayah yang terletak di sebelah barat daya Samudera Pasifik itu digadang-gadang identik dengan orang-orang Jawa.

Orang-orang keturunan Jawa selain banyak yang bermukim di Suriname, sebuah negara yang berlokasi di Amerika Selatan. Hal tersebut dikarenakan pada tahun 1890-1939 pemerintah Hindia-Belanda mengirimkan sekitar 33.000 orang Jawa ke Suriname yang sama-sama wilayah kolonisasi untuk dipekerjakan di perkebunan-perkebunan milik orang-orang Belanda.

Pada saat itu terkait dengan peraturan Koeli Ordonantie, Perancis mengangkut sekitar 170 penduduk Jawa ke Kaledonia Baru untuk dipekerjakan di perkebunan-perkebunan kopi dan pertambangan nikel milik Perancis.

Hal tersebut berhubungan dengan ditemukannya nikel pada tahun 1864 di tepi Sungai Diahot. Untuk mengelola secara serius, pada tahun 1876 dibentuklah Societe Le Nikel. Untuk merambah pertambangan itu Perancis mendatangkan para pekerja dari Hindia-Belanda, Jepang, dan Indo-Cina.

Nama Caledonia sendiri diambil dari nama daerah di Skotlandia. Mengapa Skotlandia?

Ini dikarenakan James Cook, seorang penjelajah yang terkenal dalam sejarah, menemukan untuk pertama kalinya kepulauan Kaledonia Baru itu pada 4 September 1774. James Cook lah yang menamakan kepulauan yang ditemukannya dengan "Caledonia" karena James Cook teringat nama kampung halamannya di Skotlandia.

Konon orang-orang keturunan Jawa di wilayah yang berstatus jajahan Perancis itu kini sudah sejahtera. Banyak di antara mereka yang sudah menjadi pejabat, militer, atau pengusaha kaya raya.

ISEE, Badan Statistik Kaledonia Baru, menyebutkan jumlah keturunan Indonesia di Kaledonia Baru itu kini berpopulasi sekitar 7.000 orang.

Masih lekat dengan "bau Jawa" misalnya masih berbahasa, budaya, kesenian dan kultur Jawa. Namun konon milenialnya tidak lagi bisa menuturkan Bahasa Jawa, mereka hanya bisa berbahasa Perancis.

Posisi-posisi strategis yang dipegang oleh orang-orang keturunan Jawa di sana antara lain Walikota Bourail Brigitte El Arabi, Walikota La Foa Corine Volsin, dan Wakil Gubernur Propinsi Utara Yannick Slamet.

Dalam peringatan 120 tahun orang-orang Jawa di Kaledonia Baru, dalam sambutannya Walikota Noumea (ibukota Kaledonia Baru) Sonia Lagarde menyebutkan keturunan Jawa sudah banyak berjasa di berbagai bidang pembangunan di Kaledonia Baru.

Dalam acara yang sama namun berbeda tempat, Walikota Paita Harold Martin memuji kontribusi komunitas Jawa dalam pembangunan di Paita dari dulu hingga kini.

Harold Martin berharap relasi antara Paita dengan Indonesia bukan sekedar berkembang di masyarakat saja. "Tetapi dapat diperluas antar pemerintah," katanya.

Hadir pula dalam acara itu Harry Timan, Ketua PMIK (Persatuan Masyarakat Indonesia-Kaledonia Baru) 

Kendati sudah banyak komunitas Indonesia yang sudah berstatus Warga Negara Perancis, apakah dengan demikian mereka sudah melupakan leluhur?

Tidak. Mereka tidak melupakan atau pudar cintanya kepada merah-putih. "Selama Indonesia terus di hati, pikiran, dan darah mereka akan terus menjadi bagian dari Indonesia," kata Konsul Jenderal Indonesia di Noumea, Widyarka Ryananta.

Mengapa hingga sekarang New Caledonia ini berstatus wilayah jajahan Perancis?

Berdasarkan hasil referendum yang digelar pada 4 Nopember 2018 lalu untuk menentukan apakah penduduk New Caledonia ingin tetap menjadi bagian Perancis atau berdiri sendiri sebagai sebuah negara merdeka?

Hasilnya ternyata 56,4 persen ingin tetap bersama Perancis sedangkan sisanya 43,6 persen ingin merdeka.

Wilayah seluas 18.575 kilometer persegi itu pada kurun 1864-1897 dijadikan tempat pembuangan para penjahat politik. Tidak kurang dari 22.000 narapidana diasingkan di Kaledonia Baru.

Namun setelah Gubernur Perancis di Kaledonia Baru, Paul Feillet menghaluskan hukuman, banyak dari antara mereka yang diasingkan itu balik lagi ke Perancis. Maka setelah itu berdatangan lah orang-orang Asia (Hindia-Belanda, Jepang, dan Indo-Cina) seperti yang sudah disebutkan di atas untuk bekerja di perkebunan-perkebunan dan pertambangan nikel.

Tepatnya, orang-orang Jawa pertama yang tiba di Kaledonia Baru adalah pada tanggal 16 Pebruari 1896. Setelah kontrak mereka habis, hanya sedikit dari antara mereka yang pulang ke Jawa. Sebagian besar mereka ingin tetap di sana.

Nah, mereka yang menetap di sana itulah yang menikah dan menghasilkan anak cucu hingga sekarang. ISEE menyebutkan ada 7000 orang keturunan Indonesia yang berkewarganegaraan Perancis. Dari jumlah itu, lebih dari setengahnya mengaku keturunan Indonesia, sedangkan sisanya mengaku sebagai orang Kaledonia Baru asli.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun