Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... Lainnya - dibuang sayang

Ngopi dulu ☕

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Pakailah Momen Puasa untuk Buang Racun dalam Tubuh, Ini Penjelasannya

8 Mei 2020   08:33 Diperbarui: 8 Mei 2020   09:43 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jawaldeh menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung rempah-rempah yang tinggi, yang mengandung garam, dan makanan yang digoreng. Karena makan makanan itu akan membuat tubuh merasa cepat haus.

Racun di dalam tubuh dibagi kedalam dua macam, yaitu yang berasal dari dalam (endogenus) dan yang berasal dari luar (eksogenus).

Endogenus adalah racun yang berasal dari bakteri penyakit yang sudah ada di dalam tubuh, dari produksi hormon yang berlebih-lebihan karena stres, dari radikal bebas, dan dari sisa metabolisme.

Sedangkan eksogenus adalah racun yang berasal dari mikroba, lemak trans, makanan yang diproses, pruduk susu, hormon pada hewan, obat-obatan, dan dari polutan.

Prosesnya, setiap makanan yang kita konsumsi maka akan masuk ke dalam usus. Kalau ada racun di usus tadi maka racun itu akan terserap dan akan ikut terhanyut bersama aliran darah ke seluruh sel-sel tubuh.

Hal tersebut dapat mengakibatkan apa yang dinamakan dengan toksemia, atau keracunan di dalam darah.

Sering dikatakan, racun dalam tubuh kita akan keluar secara alamiah atau istilahnya detoksifikasi melalui aktivitas sehari-hari seperti buang air besar, buang air kecil, dan berkeringat.

Memang benar.

Namun saja, proses itu tidak serta merta menyelesaikan masalah yang ada, masih saja ada gangguan dari mekanisme alamiah tersebut.

Lambung menjadi keranjang makanan tak terkecuali makanan yang tidak sehat. Dan hati berfungsi menyaring segala sesuatu yang dikonsumsi atau pun yang dihirup manusia .

Puasa menjadi cara yang paling mudah untuk melakukan detoksifikasi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun