Jubir BPN Prabowo Sandi menyebutkan Denny JA dan sejumlah Lembaga Survei sudah menggembalakan citra seolah-olah kubu Jokowi yang unggul perhitungan suara.
Dalam diskusi "Pemilu Serentak yang Menghentak" di Jl KH Wahid Hasyim, Jakpus, Sabtu (20/4/2019), jubir Pipin Sopian menyatakan hasil quick count dibuat secara membabi-buta. Hal tersebut telah mendorong opini seolah kemenangan menurut quick count yang beredar saja.
Menurut Pipin ada perbedaan antara quick count dan real count yang diperoleh tim khusus Prabowo dari berbagai daerah, untuk itu pihaknya yakin Bapak Prabowo unggul berdasarkan real count dari berbagai daerah.
Penilaian Pipin lantas ditangkis oleh Aji Al Farabi, peneliti dari LSI Denny JA. Aji meyakini hasil hitung cepat itu dapat dipertanggungjawabkan 100 persen.
Aji juga menyatakan hasil hitung cepat Denny JA tidak akan meleset jauh dari real count KPU.
"Bila jauh berbeda dengan KPU, saya akan berhenti dari Lembaga Survei," kata Aji.
Dengan data yang diambil, perhitungan, riwayat panjang, dan track record yang dilakukan, Aji sangat percaya hasil quick count bisa dipertanggungjawabkan.
Perbedaan pendapat adalah wajar, namun sengketa yang timbul karena perbedaan harus dihindarkan demi persaudaraan dan ketertiban sebagai satu bangsa.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI