Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... Lainnya - dibuang sayang

Ngopi dulu ☕

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Cinta Lokasi, Akankah Bertahan?

6 Oktober 2017   13:45 Diperbarui: 6 Oktober 2017   15:02 3459
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Karena itu, ketika tidak ada keterbukaan dan timbal balik yang terjadi, maka dimana pun rasa cinta tersebut tumbuh, ia tidak akan bertahan lama.

Menurut Ami, sebuah penelitian menyebutkan bahwa kebanyakan pasangan yang telah bersama-sama selama kurang lebih 8 bulan umumnya telah mengungkapkan diri tentang hal-hal yang sifatnya pribadi.

Jadi, mungkin saja waktu 8 bulan dapat dijadikan sebagai salah satu parameter apakah suatu hubungan bisa berlanjut atau langgeng, atau justru sebaliknya, tidak berlanjut. Namun, tentu saja hal ini tidak selalu berlaku secara umum pada semua orang.

"Tantangan cinta lokasi, seperti tadi sudah disampaikan, adalah intensitas kebersamaan yang memunculkan daya tarik dan berkembang menjadi cinta," tegas Ami.

"Oleh karena itu, tantangan dari cinta lokasi adalah minimnya intensitas kebersamaan seiring dengan berakhirnya kerja sama atau kebersamaan di suatu tempat, situasi, ataupun lokasi tersebut," paparnya lagi.

Jika diantara kedua belah pihak tidak ada upaya untuk membawa atau membangun hubungan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, maka "cinlok" tersebut pun sekedar menjadi "cinlok".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun