Disini kita akan mengulas tentang kerupuk putih yang biasa dipakai untuk lomba 17-an.
Proses pembuatan kerupuk putih ini dimulai dari mengukus adonan singkong yang sudah lembek sampai matang.
Setelah dipotong tipis-tipis, kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.
Setelah kering barulah kerupuk itu digoreng dengan menggunakan minyak goreng yang banyak.
Namun bisa menjadi masalah dalam hal ini jika musim hujan. Tentunya karena sulit untuk mendapatkan sinar matahari.
Seperti apa yang dialami oleh pembuat kerupuk putih di Indramayu, Jawa Barat, bernama Abdul Hamid (55).
Warga Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu itu terpaksa harus merogoh kocek lebih banyak di musim penghujan seperti sekarang ini untuk membuat kerupuknya.
Abdul Hamid terpaksa harus memakai oven dengan menggunakan gas untuk mengeringkan adonan kerupuknya karena sulitnya mendapatkan sinar matahari di saat musim penghujan seperti sekarang ini.
"Habis 4 tabung yang 3 kg buat oven," katanya.
Di saat musim kemarau Abdul Hamid mengakui dia setiap harinya memproduksi 1,5 kuintal kerupuk putih yang dibumbui dengan sedikit rasa ikan.
Dengan itu Abdul Hamid bisa mendapatkan hasil penjualannya hingga Rp 3 juta seharinya.