Bagas/Fikri (sport.tempo.co.id)
Indonesia akan turun dengan 4 pasangan di nomor ganda putra di Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang akan digelar di Tokyo dari 22-28 Agustus 2022 mendatang.
Mereka adalah Kevin/Marcus, Hendra/Ahsan, Fajar/Rian, dan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana.
Di antara mereka hanya Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan yang pernah mendapatkan medali emas di turnamen idaman para pebulutangkis elit dunia ini.
Pasangan yang dijuluki The Daddies itu bahkan sudah tiga kali mencatat juara yaitu pada tahun 2013, 2015, dan 2019.
Secara individual, Hendra Setiawan sudah empat kali juara. Satu lagi saat berpasangan dengan Markis Kido pada tahun 2007.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Bagas/Fikri mampu menjadi rivalitas di antara ganda-ganda putra lainnya.
Pasalnya, sejak menjuarai All England 2022 prestasi Bakri (julukan Bagas/Fikri) menunjukkan statistik yang menurun di ajang-ajang sesudahnya.
Pasangan yang kini di peringkat ke 19 itu selalu terhenti di babak-babak awal. Pencapaian terbaiknya adalah perempatfinal Korea Open 2022.
Setelah dievaluasi, pelatih ganda putra pelatnas PBSI Aryono Miranat mendapatkan kekurangan Bakri karena kurang beradaptasi di lapangan.
"Mereka mengiyakan jika main di lapangan ber AC kurang nyaman," kata Aryono.
Oleh karenanya, Aryono mengatasi kekurangan itu dengan berlatih, dan mengatakan jika Bakri kini sudah oke menjelang hari H-nya Kejuaraan Dunia 2022.
Di babak awal Bakri akan menghadapi penenang antara Adam Hall/Alexander Dunn dari Skotlandia versus Luis Montoya Navarro/Job Castillo dari Meksiko.
Diprediksi dapat melewati pemenang dari mereka, tantangan sebenarnya akan dihadapi Bakri di 16 besar peluang melawan Takuro Hoki/Hugo Kobayashi dari Jepang, peringkat 2 BWF sekaligus juara bertahan BWF World Championship ini.
Pada edisi 2021 lalu tim Indonesia urung mengikuti Kejuaraan Dunia ini karena merebaknya Pandemi Covid-19 di tempat penyelenggaraan.
Di saat Cina lebih banyak menuai prestasi di semua nomor sejak pertama kali Kejuaraan Dunia ini digelar pada tahun 1977, namun negeri Panda tersebut belum bisa mengalahkan Indonesia di nomor ganda putra.
Diawali dari Tjuntjun/Johan Wahyudi pada tahun 1977 ganda putra Indonesia sejauh ini sudah merebut 10 medali emas, yang terbanyak dari semuanya.
Sedangkan secara keseluruhan di semua nomor Indonesia sudah mengumpulkan 23 medali emas dari 26 edisi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H