Bukan saja mengatakan telah terjadi dead lock antara PSSI dengan Shin Tae-yong, Haruna juga mengatakan kontra dengan apa yang disebut dengan naturalisasi.
"Saya tidak setuju dengan naturalisasi. Apa yang yang bisa dihasilkan dengan naturalisasi," katanya.
Bukan hanya Twitter, akun Instagram Haruna juga sama-sama menjadi luapan kemarahan para warganet.
Konon hingga Senin pagi (17/2/2022) sudah ada lebih dari 17.000 kicauan yang mengumandangkan tagar #HarunaOut itu. Pernyataan yang kontroversial dari mantan manajer Madura United itu.
Haruna Soemitro bahkan pada Nopember 2020 lalu pernah mengatakan menyindir klubnya sendiri dengan mengatakan "lebih baik tarkam saja karena bisa dimana-mana. Bagaimana suatu tim tidak profesional,".
Pernyataan tersebut merujuk kepada Madura United yang pada saat itu tidak profesional karena tidak mempunyai lisensi AFC.
Lisensi AFC menjadi label yang sangat penting untuk menilai apakah suatu klub itu profesional atau tidak.
Namun pada faktanya, setahun setelah pernyataan itu Madura United menjadi salah satu dari 9 klub Indonesia yang sudah mempunyai lisensi AFC.
Ke delapan klub lainnya adalah Persib, PSM, Bali, Borneo, Persebaya, Bhayangkara, Persija, dan Arema.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI