Terperangkap dalam Mimpi
Terlena jiwa di batas senja,
Hilang tersapu asa tanpa suara.
Lalu terperangkap di alam tak nyata,
Di sana mimpi seakan bersahaja.
Langkah tertahan di jejak kabut,
Mencari harap, namun tiada sebut.
Langit mendung memeluk kelam,
Mengunci inginku dalam malam.
Bintang pun meredup, hilang arah,
Membisu di gulita tanpa kisah.
Cahaya pudar mengaburkan jalan,
Mimpiku terhenti dalam keheningan.
Aku berusaha tuk bangkit, terjaga,
Namun mimpi ini terus menjerat jiwa.
Bagai bayang-bayang, tak bisa lari,
Terperangkap di ruang ilusi yang sunyi.
Kapan fajar kan menyapu sepi?
Membebaskan jiwa dari mimpi ini.
Kembali aku berharap, berdoa dalam hati,
Biar terbangun, lepas dari ilusi.
Hembusan angin mengusap wajah,
Namun tak mampu menghapus resah.
Aku tenggelam dalam lautan rindu,
Pada nyata yang jauh, tak terwujud.
Segumpal awan hitam menggantung,
Menutup cahaya yang ingin ku peluk.
Tiada terang, hanya kabut mengepul,
Dunia mimpi terus menelanku bulat.
Aku mendengar rintih angin malam,
Mengisahkan cerita tanpa ujung.
Dunia ini asing, penuh bayangan,
Tiap langkah terasa terhalang.
Sejenak aku ingat wajahmu sayang,
Namun seketika kabur dalam bayang.
Aku terperangkap dalam keraguan,
Di dunia mimpi penuh tipu muslihat.
Aku bertanya pada kesunyian,
Adakah jalan keluar dari ilusi ini?
Atau aku harus terus berjalan,
Hidup dalam mimpi yang tak pernah mati?
Kedamaian pun seakan menjauh,
Meninggalkanku di tepi jurang.
Aku tersadar, tapi tetap terbungkus,
Dalam selimut mimpi yang tak berujung.
Di lorong waktu aku mencari,
Harapan yang hilang, cinta yang sirna.
Namun bayangan tetap menghantui,
Tak ada akhir dalam tiap cerita.
Aku memohon pada malam sunyi,
Beri aku kekuatan tuk bangun kembali.
Namun mimpi ini mengikat begitu erat,
Menghempasku ke dasar yang kelam.
Lautan mimpi penuh badai menghantam,
Menghempas segala asa dan harapan.
Jiwa terombang-ambing dalam kegelapan,
Mencari sinar yang tak kunjung datang.
Hingga akhirnya aku menyerah,
Mengikuti arus yang terus mengalir.
Mungkin aku terperangkap selamanya,
Dalam mimpi yang tak pernah berakhir.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H