Mohon tunggu...
Ruben S
Ruben S Mohon Tunggu... Lainnya - Tekhnologi Informasi

Pegiat Tekhnologi Informasi dan Umum

Selanjutnya

Tutup

Bola

Babak Baru Shin Tae-yong: Setelah Pisah dengan Timnas Indonesia

9 Januari 2025   13:20 Diperbarui: 9 Januari 2025   14:59 48
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Setelah resmi meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) tidak butuh waktu lama untuk kembali ke panggung sepak bola. Namanya yang besar dan reputasinya sebagai pelatih yang disiplin, inovatif, serta ahli dalam membangun pemain muda, menjadikannya incaran banyak klub dan tim nasional lainnya.

Namun, ke mana sebenarnya langkah pertama STY setelah perpisahan emosionalnya dengan Indonesia? Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan barunya, tantangan yang dihadapi, dan warisan yang ia tinggalkan di Tanah Air.

Kenangan Manis dan Harapan yang Tinggal

Shin Tae-yong memulai kariernya bersama Timnas Indonesia pada akhir 2019 dengan tugas besar: membangun kembali performa tim yang dianggap stagnan. Dalam tiga tahun masa jabatannya, STY berhasil mengangkat citra sepak bola Indonesia di kancah internasional.

Beberapa momen bersejarah dari masa kepelatihannya meliputi:

  1. Piala AFF 2020: Meski gagal meraih trofi, ia berhasil membawa Timnas Indonesia menjadi runner-up dengan skuad muda yang penuh potensi.
  2. Kualifikasi Piala Asia 2023: Shin sukses membawa Indonesia lolos ke putaran final untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.
  3. Perbaikan Fisik dan Mental: Ia dikenal sebagai pelatih yang fokus membangun mental juara, kedisiplinan, dan daya tahan fisik pemain Indonesia.

Meski berakhir dengan perpisahan, kontribusi STY akan terus dikenang oleh para penggemar sepak bola Indonesia.

Langkah Awal: Ke Mana STY Berlabuh?

Setelah meninggalkan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong disebut-sebut menerima banyak tawaran, mulai dari klub-klub besar Asia hingga tim nasional lainnya. Namun, pelatih asal Korea Selatan ini memilih untuk bergabung dengan sebuah klub ambisius di Timur Tengah.

Langkah ini dinilai strategis karena menawarkan dua hal yang penting bagi karier STY:

  • Stabilitas Finansial: Liga Timur Tengah terkenal dengan kontrak besar bagi pelatih dan pemain.
  • Kesempatan Kompetisi Tinggi: Klub-klub di kawasan ini sering berlaga di kompetisi Asia seperti Liga Champions AFC, memberikan STY tantangan baru.

Klub barunya ini memiliki basis penggemar yang besar dan ekspektasi tinggi untuk meraih gelar. Hal ini tentu menjadi ujian menarik bagi STY dalam membuktikan kemampuannya di luar Asia Tenggara.

Tantangan Besar di Tempat Baru

Meski membawa pengalaman gemilang dari Indonesia, STY tetap dihadapkan pada berbagai tantangan besar di tempat barunya, antara lain:

  1. Adaptasi Budaya: Sepak bola Timur Tengah memiliki gaya bermain dan dinamika yang berbeda dengan Asia Tenggara. STY harus cepat memahami budaya sepak bola lokal.
  2. Ekspektasi Tinggi: Basis penggemar di Timur Tengah terkenal vokal dan menuntut hasil instan. STY dituntut untuk langsung memberikan dampak positif.
  3. Kompetisi Internal: Dengan banyaknya pemain bintang di liga tersebut, menjaga harmoni di ruang ganti menjadi tantangan tersendiri.

Namun, STY dikenal sebagai pelatih yang tak pernah menyerah. Ia memiliki kemampuan membangun hubungan baik dengan pemain, mengasah mental juara, dan menciptakan strategi yang adaptif.

Pelajaran dari Indonesia untuk Karier Baru

Dalam sebuah wawancara, Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa pengalamannya bersama Timnas Indonesia memberikan banyak pelajaran berharga. "Indonesia mengajarkan saya arti kerja keras, dukungan tanpa batas dari suporter, dan pentingnya membangun tim dari nol," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman menangani pemain muda di Indonesia akan menjadi fondasi penting dalam perjalanannya ke depan. "Saya percaya, tim yang kuat dimulai dari pemain muda yang berbakat," tambahnya.

Warisan untuk Sepak Bola Indonesia

Meski tak lagi bersama Timnas Indonesia, warisan Shin Tae-yong tetap terasa.

  • Filosofi Baru: Ia meninggalkan jejak berupa disiplin dan strategi modern yang bisa menjadi dasar bagi generasi pelatih Indonesia berikutnya.
  • Pemain Muda Potensial: Beberapa pemain muda seperti Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan menjadi bukti nyata kerja keras STY dalam membangun talenta.
  • Standar Internasional: STY berhasil membawa standar baru dalam pengelolaan tim nasional, baik dari segi fisik, taktik, maupun mentalitas.

Apa yang Ditunggu dari Shin Tae-yong Selanjutnya?

Kini, semua mata tertuju pada babak baru dalam karier Shin Tae-yong. Apakah ia mampu membawa klub barunya ke puncak kejayaan? Ataukah perjalanan ini hanya menjadi batu loncatan untuk tantangan yang lebih besar di masa depan?

Satu hal yang pasti, kisah baru STY ini menjadi bukti bahwa perpisahan dengan Indonesia bukanlah akhir, melainkan awal dari petualangan baru yang lebih besar.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun